foto

Pedagang menunjukkan hiasan miniatur Monas saat liburan Lebaran, di pelataran Monumen Nasional, Jakarta.(ANTARA/Yudhi Mahatma)

SBY Bicara Ide Pemindahan Ibu Kota ke Calon Bos KPK

TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut kedatangan dua calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dengan melempar isu pemindahan ibu kota.

"Satu pikiran dan kesepakatan baru soal pusat pemerintahan," katanya begitu ketiganya duduk di ruang tamu Kantor Presiden, Komplek Istana Negara, Kamis 16 September 2010.

Pemindahan ibu kota atau pemisahan ibu kota dengan kota pusat pemerintahan dinilai Presiden sebagai salah satu opsi mengatasi kemacetan di Jakarta. "Agar (solusinya) tidak selalu tambal sulam," katanya.

Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqaddas langsung menyambar wacana tersebut dengan bertanya, "Sudah ada ancar-ancarnya dimana, Pak."

Presiden menjawab sampai saat ini dirinya belum menetapkan dimana kota pusat pemerintahan baru itu akan dibangun. "Dimananya belum yang penting konsepnya dulu modelnya," katanya.

Pemindahan ibu kota atau pembangunan kota pusat pemerintahan, kata Presiden, adalah pekerjaan besar yang harus melibatkan pemerintah dan DPR. "Tidak cukup dengan pemerintah tapi juga dengan DPR kerena ini keputusan besar," katanya.

Selain Busyro, calon Pimpinan KPK lainnya yang menghadap Presiden yaitu Bambang Widjajanto. Keduanya terpilih melalui seleksi panjang yang dilakukan Penitia Penyeleksi Calon Pimpinan KPK yang dipimpin Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar.

DWI RIYANTO AGUSTIAR