TEMPO/Seto Wardhana
Topik
Selama Lebaran, BI Distribusikan Uang Rp 1,57 Triliun
TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Selama libur lebaran Bank Indonesia (BI) Yogyakarta mendistribusikan sebanyak Rp1,57 triliun. Angkat tersebut naik dari libur lebaran tahun 2009 yang mencapai Rp 1,2 triliun.
“Penarikan uang sebesar itu karena jumlah pemudik bertambah dan penarikan uang dari bank juga besar,” kata Luctor Etemergo Tapiheru, Deputi Pemimpin Bank Indonesia Yogyakarta, Senin (20/9).
Penarikan uang paling banyak berupa pecahan besar Rp 100 ribu, sisanya pecahan Rp 50 ribu, Rp 20 ribu ke bawah. Selain itu, kenaikan jumlah penarikan uang juga disebabkan harga beberapa komuditas kebutuhan pokok naik.
Ia menyatakan, jumlah uang Rp 1,57 triliun itu kemungkinan tidak semuannya beredar di masyarakat. Sebab, pihak perbankan juga mengisi ATM (Anjungan Tunai Mandiri) untuk persiapan selama libur lebaran.
MenjelangLlebaran, kata dia, banyak masyarakat yang menukarkan uang pecahan besar Rp 100 ribu menjadi pecahan kecil atau receh. Tercatat sebanyak Rp 93,9 miliar.
Kepala Seksi Operasional Kas Bank Indonesia Yogyakarta, I Nyoman Darma S, menyatakan, jumlah penukaran uang receh untuk Lebaran tahun ini menurun 33,5 persen. Hal tersebut dipengaruhi oleh keterkecukupan masyarakat terhadap uang receh melalui bank-bank yang ditunjuk.
Ia merinci penukaran uang receh Rp 10 ribu yang mencapai Rp 35,9 miliar. Pecahan Rp 5 ribu senilai Rp 20,1 miliar, pecahan Rp 20 ribu sebanyak Rp 15,9 miliar, Rp 2 ribu sebesar Rp 11,8 miliar, pecahan Rp 1000 kertas sebanyak Rp 1,8 miliar, dan pecahan Rp 1000 logam sebanyak Rp 1 miliar.
“Uang pecahan Rp 10 ribu banyak diminati karena desainnya baru dan pas untuk berbagi kepada anak-anak,” kata Nyoman.
Sementara jumlah uang palsu yang dilaporkan selama Januari hingga Agustus mencapai Rp 16,5 juta, terdiri dari 267 lembar pecahan, yaitu pecahan Rp 50 ribu sebanyak 130 lembar, pecahan Rp 100 ribu 93 lembar dan sisanya uang pecahan dari Rp 5 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu.
MUH SYAIFULLAH





