Topik
Puluhan Imigran Gelap Ditangkap di Pantai Selatan Sukabumi
TEMPO Interaktif, Sukabumi - Sebanyak 48 imigran gelap asal Iran dan Irak ditangkap aparat TNI dan Kepolisian di Sukabumi, Jawa Barat, Senin (20/9). Aparat juga mengamankan anak-anak di bawah umur yang diduga menjadi korban kekerasan politik di negaranya.
Para imigran gelap itu ditangkap di kawasan Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Menurut Kepala Kepolisian Sektor Ciemas, Ajun Komisaris Sumaryoto, para imigran itu ditangkap saat perahu yang membawa mereka dari Cilacap menuju Australia terdampar. Perahu yang dinakhodai Arifin itu diduga kehabisan bahan bakar.
"Mereka hendak merapat ke Kepulauan Christmas, tapi lantaran kehabisan bensin dan dihantam gelombang tinggi, akhirnya terdampar di sini," ujar Sumaryoto di Sukabumi, Senin (20/9).
Sumaryoto menjelaskan, saat ditemukan para imigran itu sudah dua hari berada di Pantai Palangpang, Ciwaru. Mereka kemudian diangkut dengan menggunakan dua truk menuju Kantor Imigrasi Sukabumi. "Kondisi mereka sudah sangat lusuh," imbuh Sumaryoto.
Saat ini ke-48 imigran itu diamankan di Kantor Imigrasi Sukabumi. Menurut Kepala Kantor Imigrasi Sukabumi, Hendra Martin, mereka diperiksa dan didata. "Rencananya setelah didata mereka akan dijemput pihak International Organization of Migram (IOM) untuk dibawa ke Jakarta," kata Hendra.
Sementara itu Arifin, nakhoda perahu yang membawa para imigran itu kini sedang menjalani pemeriksaan di Markas Polsek Ciwaru. Dia diduga menjadi bagian dari jaringan jasa pengantar ilegal menuju Australia.
DEDEN ABDUL AZIZ





