Topik
2.001 Gedung Sekolah di Bengkulu Rusak Parah
TEMPO Interaktif, Bengkulu - Kepala Dinas Pendidikan Nasional Bengkulu Sumardiko mengatakan sebanyak 2.001 sekolah yang ada di Bengkulu mengalami kerusakan akibat gempa bumi 2007. Perbaikan dilakukan secara bertahap sejak tahun 2008.
Untuk rehabilitasi sekolah rusak, pada 2010 Dinas Pendidikan Nasional mengalokasikan anggaran Rp 7 miliar dan diprioritaskan untuk bangunan sekolah rusak berat.
Padahal jumlah bangunan sekolah yang rusak mencapai 2.001 unit dengan rincian bangunan SD sebanyak 1.521 unit, SMP sebanyak 350, SMU sederajat 130 sekolah yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.
"Bahkan masih ada bangunan sekolah yang rusak akibat gempa bumi 2007 belum diperbaiki hingga saat ini," kata Sumardiko saat ditemui menghadiri pelantikan pejabat di Gedung Daerah, Senin (20/9).
Bangunan sekolah rusak akibat gempa bumi 2007 sebagian besar terdapat di Kabupaten Mukomuko dan Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah. Selain itu sejumlah sekolah juga mengalami kerusakan akibat dimakan usia sehingga butuh rehabilitasi.
Untuk memperbaiki seluruh bangunan sekolah, kata dia, membutuhkan dana Rp 128 miliar. Namun, karena anggaran terbatas, maka akan diprioritaskan sekolah yang paling parah.
Sementara, Pemerintah Bengkulu tahun ini juga mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Kementerian Pendidikan Nasional sebesar Rp 143 miliar.
"Tahun ini Provinsi Bengkulu menerima dana BOS sebesar Rp 143 miliar dan penyalurannya sudah berjalan dan langsung ditransfer ke rekening sekolah," kata Sumardi
Ia mengatakan dana BOS tersebut direalisasikan per triwulan. Mengenai besaran dana bos berdasarkan indeks jumlah murid SD dan SLTP yang ada di Bengkulu. Saat ini SD yang mendapat dana BOS di Provinsi Bengkulu sebanyak 1.522 dan SLTP sebanyak 354 sekolah.
"Kemungkinan besar dana BOS 2011 akan dianggarkan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) tetapi kami mengharapkan penyalurannya tidak terkendala dengan pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)," jelasnya.
Sesuai dengan namanya, kata dia, dana BOS tersebut akan digunakan untuk dana operasional sekolah dan pengadaan buku sekolah.
Pengamat pendidikan Sudarwan Danim mengatakan perbaikan sekolah dan penambahan fasilitas pendidikan sangat penting guna menunjang perbaikan mutu hasil pendidikan. Hanya saja, sangat disayangkan kondisi sekolah di pedesaan kurang mendapatkan perhatian pemerintah.
"Jika fasilitasnya tidak baik, malah bisa dikatakan sangat minim, bagaimana kita bisa mencetak sumber daya manusia secara optimal," tegas Dosen Universitas Bengkulu tersebut.
Sudarwan mengharapkan pemerintah memiliki program yang sinergis dan menyeluruh, tidak hanya fasilitas, mutu tenaga pendidik, tetapi kesejahteraan guru juga mendapat perhatian yang penting.
"Karena semua hal tersebut saling berkaitan. Jika gurunya oke, tapi fasilitas minim, begitu sebaliknya, kita akan kesulitan memperbaiki mutu pendidikan kita," lanjutnya.
PHESI ESTER JULIKAWATI





