Kapal Ro-Ro Mogok di Tengah Laut Akibat Sampah

TEMPO Interaktif, Cilegon - Sebuah Kapal Motor Penumpang (KMP) Laut Teduh I mengalami mati mesin di sekitar Perairan Selat Sunda, Selasa (21/9), saat mengangkut penumpang dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak. Kapal tersebut mati mesin, karena baling - baling kapal milik PT Bangun Putra Remaja itu tersangkut sampah.

Kepala Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Kelas I Banten, I Nyoman Gede Saputra, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun Ia belum bisa memastikan secara pasti, penyebab kematian mesin kapal ro-ro tersebut. “Memang benar, KMP Laut Teduh I mengalami mati mesin, tapi waktu dan tempatnya kami belum ketahui secara pasti,” kata Nyoman, Selasa (21/9).

Menurut Nyoman, untuk mengetahui matinya mesin kapal itu, pihaknya telah menurunkan dua orang untuk melakukan investigasi penyebab kematian mesin tersebut. “Sampai saat ini kami belum menerima laporan dari petugas kami,” kata Nyoman.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Bangun Putra Remaja, Hasim mengatakan, kapal KMP Laut Teduh I berangkat sekitar jam 08.00 WIB dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Namun setelah satu jam melakukan pelayaran menuju Palabuhan Merak, baling-baling kapal tersangkut sampah. “Karena sampah itu, terpaksa mesin kapal dimatikan,” ujarnya.

Menurutnya, setelah mesin dimatikan, operator kapal langsung mengirimkan dua kapal Tugboat untuk menarik KMP Laut Teduh I ke Pelabuhan Merak. Kapal ro-ro yang mengangkut ratusan penumpang dan puluhan kendaraan itu akhirnya bisa melakukan bongkar muat pada pukul 10.30 WIB di Pelabuhan Merak. “Jadi mesin itu mati bukan karena rusak namun karena baling-baling kapal tersangkut sampah,” tegas Hasim.

WASI’UL ULUM