Calon walikota Surabaya, Tri Rismaharini (kiri) didampingi calon Wakil Walikota Surabaya, Bambang DH usai jumpa pers di Surabaya (9/6). ANTARA/M. Risyal Hidayat
Topik
Wali Kota Surabaya Semprot Penjual Gadis Belia
TEMPO Interaktif, Surabaya - Wali Kota Surabaya tepilih, Tri Rismaharini mendatangi markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya untuk menengok empat gadis di bawah umur yang menjadi korban penjualan anak di bawah umur, Selasa (21/9). Di tempat itu Risma, begitu dia akrab disapa, juga menemui SWM dan Put, dua perempuan yang menjual korban ke tempat pelacuran.
Begitu melihat sosok kedua pelaku, Risma tak kuasa membendung amarahnya. Perempuan berjilbab itu langsung menyemprot SWM, Put dan seorang mucikari berinisial M. "Di mana otak kalian, hati nurani kalian. Bayangkan jika yang dijual ini saudara kalian," ujar Risma dengan nada tinggi.
Ketiga pelaku yang masih ditahan di Polrestabes Surabaya itu hanya menunduk. Risma kemudian menasihati agar mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi. "Ingat, apa yang kalian lakukan akan mendapat balasan dari Tuhan," cetus Risma masih dengan nada tinggi.
Risma kemudian ganti memeluk empat gadis yang dijadikan pekerja seks komersial tersebut satu per satu. Kepada mereka Risma berpesan agar tetap tabah dan tidak putus asa dalam menatap masa depan. "Kalian masih punya harapan, jangan putus asa," kata Risma.
Sabtu pekan lalu aparat Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya berhasil menggulung sindikat perdagangan gadis di bawah umur. Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Anom Wibowo, SWM dan Put mencari gadis-gadis di bawah umur untuk dilacurkan.
Kepada pria hidung belang yang memesannya, SWM dan Put mematok tarif antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Sedangkan khusus untuk perempuan yang statusnya perawan mereka mematok tarif lebih tinggi, yakni Rp 2,5 juta. "Sindikat ini mencari gadis-gadis di bawah usia 15-16 tahun," kata Anom.
KUKUH S WIBOWO





