Topik
Pejabat Pamekasan Ikut Tes Urine Bersama Narapidana
TEMPO Interaktif, PAMEKASAN - Sejumlah pejabat, termasuk Wakil Bupati Pamekasan Kadarisman Sastrodiwirjo mengikuti tes urine yang digelar Badan Narkotika Provinsi Jawa Timur di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Narkotika Pamekasan, Selasa (21/9).
Selain Kadarisman, sejumlah pejabat tinggi Pamekasan yang aktif di Badan Narkotika Kabupaten Pamekasan juga melakukan tes urine bersama 20 pegawai dan 45 penghuni Lapas tersebut.
"Kami ingin tunjukkan bahwa pejabat Pamekasan bebas narkoba," kata Kadarisman yang juga menjabat Ketua Badan Narkotika Pamekasan kepada wartawan.
Menurut Kepala Lapas Narkotika Pamekasan Tedja Sukmana, tes urine terhadap Wakil Bupati tanpa rencana. Sedianya Kadarisman hanya menghadiri kegiatan tes urine yang dilakukan BNP Jawa Timur kepada pegawai dan sejumlah penghuni lapas. "Apa yang dilakukan Wakil Bupati murni dukungan agar Lapas pamekasan bebas narkoba," kata Tedja Sukmana.
Tedja mengakui tidak semua narapidana ikut kegiatan tes urine tersebut karena biaya uji urine sangat mahal, sedangkan anggaran yang tersedia sangat tebatas.
Dia menjelaskan, dari 682 tahanan hanya 45 narapidana dan 20 pegawai lapas yang dipilih mengikuti tes urine. "Yang kami pilih hanya napi yang akan segera bebas, kami ingin pastikan Lapas Pamekasan bebas narkoba," ucapnya.
Tedja menjelaskan, tes urine penting dilakukan karena dari 600 penghuni Lapas, separuhnya memiliki riwayat pernah bergelut dengan narkoba.
Kepala Pelaksana Harian BNP Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Roetji Roeshardjanto mengatakan, tes urine yang dilakukan oleh BNP untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba di Jawa Timur, khusunya di Madura. "Kami sudah lakukan di Madiun dan Malang. Sekarang di Pamekasan," ujarnya.
Dia berharap, dari hasil tes urine kali ini, seluruh tahanan di Lapas Pamekasan negatif sebagai pengguna narkoba. "Jika ada, kami akan tindak dengan melaporkan ke laboratoriun forensik Polda Jatim," tegasnya. MUSTHOFA BISRI.





