foto

Tempo/ Zulkarnain

Dokter Sering Beri Resep Antibiotik Berlebih untuk Infeksi Pernapasan  

TEMPO Interaktif, Pennsylvania -  Dokter sering melakukan penyalahgunaan antibiotik ketika mengobati pasien infeksi saluran pernapasan yang dirawat di rumah sakit. Demikian menurut penelitian yang akan diterbitkan jurnal Infection Control and Hospital Epidemiology edisi November.

Studi yang melacak pasien di dua rumah sakit di Pennsylvania, Amerika Serikat, menemukan bahwa dokter sering menggunakan antibiotika untuk mengobati pasien infeksi saluran pernapasan yang diketahui disebabkan oleh virus. Ini mengkhawatirkan karena antibiotik tidak efektif terhadap virus, dan antibiotik berlebihan bisa menyebabkan bakteri resisten.

Menurut penulis studi ini, Kevin T. Shiley, Ebbing Lautenbach, dan Ingi Lee dari Sekolah Kedokteran Universitas Pennsylvania, data ini menunjukkan setidaknya satu wilayah yang terjadi penggunaan antibiotik terhadap pasien yang dirawat tanpa alasan yang jelas. Peneliti menyarankan agar di masa depan dilakukan pembatasan antibiotik yang tidak tepat.

Dalam beberapa tahun terakhir, telah dikembangkan diagnosis baru untuk membedakan infeksi yang disebabkan oleh virus dan infeksi karena bakteri. Dalam teori, diagnosis yang lebih jelas harus mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak tepat pada pasien yang terkena infeksi karena virus. Tapi, menurut Shiley dan rekan-rekannya, itu tampaknya tidak terjadi.

Para peneliti juga menemukan, pasien dalam studi ini, yang tetap menggunakan antibiotik malah tidak beroleh manfaat. Pada kenyataannya, antibiotik mungkin telah menyebabkan kerugian dalam beberapa kasus. Sebagai contoh, sejumlah besar pasien mengalami diare Clostridium difficile, kondisi yang berkaitan dengan penggunaan antibiotik.

ScienceDaily/NgartoF