Topik
Murid SD Diberi Susu dan Madu Gratis Sekali Seminggu
TEMPO Interaktif, Makassar - Pemerintah Kota Makassar mencanangkan pemberian susu, madu, dan telur kepada murid Sekolah Dasar setiap pekannya. Pemerintah akan memberikan subsidi Rp 1 juta per bulan untuk setiap sekolah.
Pada setiap Senin, murid akan diberi satu kotak susu. Rabu pembagian satu butir telur. Dan Jumat pembagian satu sachet madu. Program ini bertujuan agar anak sehat dan cerdas dengan mengkonsumsi susu, telur dan madu setiap hari.
Hal ini disampaikan Ilham Arief Sirajuddin, Wali Kota Makassar kepada wartawan usai Acara Pencanangan Anak Sulawesi Selatan Sehat dan Cerdas di Lapangan Karebosi, pagi ini.
Subsidi ini, kata Ilham akan dilakukan secara bertahap. Pertama ditujukan kepada sekolah dasar bersubsidi penuh di Kota makassar sebanyak 158 sekolah.
"Kami anggarkan untuk selama tiga bulan ke depan. Setelah itu baru kita upayakan perpanjangannya dan juga untuk sekolah-sekolah lainnya," kata Ilham. Dia mengatakan para orang tua juga diharapkan memberi anaknya susu, telur dan madu di hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Upaya pemerintah kota ini disambut baik oleh masyarakat. Marlini, salah seorang guru SD yang hadir dalam acara tersebut berterimakasih dengan program ini.
"Memang ketiganya sangat penting untuk anak-anak. Susu itu baik untuk pertumbuhan badannya. Sedangkan telur dan madu itu baik untuk perkembangan otak anak," kata Marlini.
Pencanangan Anak Sulawesi Selatan Sehat dan Cerdas di Lapangan Karebosi dihadiri Gubernur Syahrul Yasin Limpo, Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin, dan dan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia, Seto Muliadi, serta ribuan murid didampingi guru dan orang tuanya.
Pencanangan ini dibuka pukul 08.30 Wita. Panitia membagikan susu, telur dan madu gratis kepada murid. Akan tetapi banyak tidak mendapatkannya. "Kasihan anak murid saya tidak dapat. Kalau begini lebih baik menunggu dibagikan di sekolah saja," kata Marlini, guru dari SD Inpres Cambayya I yang membawa 20 muridnya. Dari seluruh murid yang dibawanya, tak seorangpun yang mendapatkan pembagian susu, madu dan telur dari pantia.
Salafiah, orang tua murid, membawa dua orang anaknya yang bersekolah di SD Barayya, juga mengeluh. Dirinya yang datang sejak pukul 07.00 Wita, tapi tak mendapat apa-apa.
"Kami menyesal datang ke sini. Sudah capek-capek tapi tidak dapat apa-apa. Apalagi keadaannya kacau," ujarnya.
Seto Muliadi mengapresiasi upaya pemerintah daerah untuk memenuhi hak anak untuk tumbuh dan berkembang dengan memberi susu, telur dan madu. "Itu sangat bermanfaat dan membuat anak tumbuh sehat dan cedas," katanya.
Syahrul Yasin Limpo mengatakan susu, telur dan madu ini juga bisa menghindari anak dari berbagai penyakit berbahaya. Terutama penyakit cacingan. "Survei mencatat 60-80 persen anak Indonesia terkena cacingan," ujar Syahrul.
SUKMAWATI





