Harga Kebutuhan Bahan Pokok di Jambi Masih Tinggi

TEMPO Interaktif, Jambi - Harga sejumlah bahan pokok di Kota Jambi setelah Lebaran masih tinggi.

Harga beras misalnya masih seperti harga menjelang Lebaran lalu. Beras merek Anggur Kharisma satu karung ukuran 10 kilogram misalnya mencapai Rp 84.000 dan ukuran 20 kilogram mencapai Rp 164.000.

Begitu pula dengan jenis beras Solok, masih tetap bertahan dengan harga Rp 155 ribu per karung ukuran 20 kilogram. Harga beras merek King juga masih sama dengan harga Rp 135 ribu per karung berisi 20 kilogram.

Menurut Burhan, 52 tahun,  seorang pedagang beras di kawasan Kotabaru, Kota jambi, menyebutkan jika hingga kini harga beras belum mengalami penurunan. Hal itu kemungkinan akibat pasokan dari luar daerah ke wilayah ini belum begitu lancar.

Namun, ada juga kebutuhan pokok  yang mengalami penurunan cukup drastis seperti  cabe merah. Sebelum Lebaran lalu harga cabe merah mencapai kisaran Rp30 ribu - Rp50 ribu per kilogram, kini hanya seharga Rp10 ribu - Rp11 ribu per kilogram.

Kebutuhan lain seperti bawang merah dan bawang putih berdasarkan pengakuan para pedagang di Pasar Angsoduo Jambi, belum mengalami penurunan berarti. Sebelum Lebaran seharga Rp25 ribu per kilogram untuk bawang putih, kini hanya turun sekitar Rp1.000 per kilogram.

Begitu pula dengan bawang merah, sebelumnya seharga Rp15 ribu per kilogram, kini  Rp14 ribu per kilogram.

Masih tingginya harga kebutuhan pokok tersebut, membuat para ibu rumah tangga mengeluh. Aisyah, 28 tahun, warga yang bermukim di kawasan Jelutung, Jambi, menyatakan, dia harus bisa mengatur keuangan keluarga, agar pemenuhan kebutuhan bisa dipenuhi. "Saya heran, kenapa hingga kini harga bahan pokok masih saja tetap tinggi. Padahal, Lebaran sudah berakhir," ujarnya.

Hasanah, warga Simpang Pulai, Jambi, berharap pemerintah secepatnya turun tangan mengatasi masalah ini. "Kita berharap pemerintah secepatnya turun tangan mengatasi harga ini, karena kondisi perekonomian warga kini kian sulit," katanya.

SYAIPUL BAKHORI