Kaum Nudis dan Pecinta Seks Bebas Bentrok di Prancis

Kaum Nudis dan Pecinta Seks Bebas Bentrok di Prancis

Cap D'agde (navi-mag.com)

TEMPO Interaktif, Paris - Ketegangan meningkat di Cap d'Agde, sebuah kota kecil di Prancis, yang dikenal sebagai surga nudis terbesar di Eropa. Penduduk dan wisatawan, yang umumnya hobi bugil di pantai Languedoc itu jengah akan munculnya kelompok baru.

Walaupun sama-sama doyan telanjang, kelompok kedua menganut seks bebas, gonta-ganti pasangan, dan berhubungan intim di tempat umum. Mereka dilabeli "libertines", mengacu pada pandangan bebas terhadap seks.

Beberapa tahun belakangan, kaum nudis tradisional risih dengan munculnya klub swingers (tukar pasangan) dan hotel mesum. Dua tahun lalu, mereka menyerang sebuah klub. Akibatnya pengadilan menjatuhi hukuman pada kelompok nudis, dan memutuskan tindakan itu sebagai terorisme kelas teri.

Pekan ini, protes kaum nudis berlanjut. Namun dalam bentuk yang lebih halus. Lewat Dewan Kota, mereka mengeluhkan anak-anak mereka dijejali pemandangan tidak senonoh oleh tindakan eksibisionis kelompok seks bebas di tempat umum. "Saat matahari bersinar, ada area di Cap d'Agde yang menjelma jadi pusat seks bebas Eropa," ujar Florence Denestebe, anggota dewan kota, seperti dikutip dari situs Independent, Jumat (24/9). Dia mendesak Wali Kota Gilles d'Ettore untuk menghentikan "pertunjukan" seks di sana.

Wali Kota D'Ettore mengatakan belum ada keberatan formal yang masuk. "Pemrotes tidak representatif," katanya. Menurutnya, pemerintah tidak mendukung perilaku seks bebas di kotanya. "Itu tren sosial yang muncul sejak 10 tahun lalu," katanya. "Saya menolak menilai orang berdasar perilaku seksual."

Keberadaan kaum nudis di Cap d'Agde berkembang sejak dibukanya Village Naturiste 40 tahun lalu. Daerah yang memiliki pantai sepanjang dua kilometer ini membolehkan warganya telanjang dan saban harinya dipenuhi 40 ribu turis. Desa Bugil itu memiliki hotel, toko, restoran, bar, salon, kantor pos dan bank yang tamu dan pelayannya wajib bugil.

REZA M
 

Komentar (5)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
1
otaknmya hanya di dengkul, dan tidakberdayanya kalau sudah ajal menjemput.
0
0
dasar orang tidak bermoral.. moral ente sama kayak binatang. hina dina nista.
1
3
Syuuuuurprize ..... biar bugiiilll , masih inget norma s u s i l a.
0
0
Liberalisme yang absolut sekalipun masih membentur batas. Sebebas-bebasnya orang gila, masih ada batas yang harus dipatuhi.
6
5
ini istilahnya : pertengkaran kuntilanak dengan genderewo ...
Wajib Baca!
X