makeofficebetter.com
Topik
Tim Tak Kompak Penyebab Menurunya Produktivitas
TEMPO Interaktif, Jakarta - Bekerja ibarat berorganisasi. Di sana tempat bertemunya beragam karakter dan kepribadian untuk tujuan yang sama. Namun yang kerap terjadi gesekan antar individu kerap mengaburkan tujuan itu. “Itulah tantangannya,” ujar General Manager JobsDB Chandra Ming dalam artikel di situs JobsDB.com. Ming menilai pemimpin harus mampu mengelola dan memperkecil gesekan itu. “Jaga kekompakan dan kesolidan tim.”
Semakin produktif sebuah Tim, lanjut Ming, menunjukkan kekompakan tim tersebut. Dalam tim, keahlian individu bukan penentu kesuksesan. “Jika mereka jalan sendiri, kurang koordinasi, jarang berkomunikasi, maka tim hanya kuat di luar namun berantakan di dalam,” ujarnya.
Selain produktivitas, kekompakan terlihat dari kualitas hasil kerja dan kecepatan kerja. Jika target tidak tercapai, pekerjaan molor, sering mengalami konflik internal, dan tidak mampu bekerja sama dengan tim lain, “Mungkin tim tersebut mengalami gesekan antar anggotanya,” kata Ming.
Jika yang terjadi demikian, pemimpin, lanjut Ming, harus mengambil tindakan strategis antara lain:
1. Ketahui kelemahan dan kelebihan anak buah. Bagi pekerjaan sesuai keahlian anak buah dan jangan sampai pekerjaan menumpuk pada satu orang.
2. Seringlah bersama tim kerja Anda. Jangan berkumpul hanya sekadar untuk brainstorming masalah pekerjaan, mendiskusikan rencana serta target tim. Sesekali tanya hal pribadi. Setiap anggota harus tahu dengan siapa mereka bekerja, dan tujuannya. Ini semua untuk membangun kepercayaan.
3. Ciptakan transparansi dan komunikasi yang efektif. Kesalahpahaman sering menjadi penyebab ketidakkompakan tim. Keluhan, ketidakpuasan, serta ide-ide yang tidak tersampaikan merupakan bom waktu yang setiap saat bisa merusak tim. Pemimpin yang baik mampu menjadi penengah dan pendengar atau menjadi teman curhat. Anak buah kerap merasa segan bercerita pada Anda dan memilih team leader lain yang lebih simpatik untuk menumpahkan keluh kesah.
4. Buat kesepakatan tidak tertulis tapi tetap mengikat dengan tujuan memperkecil konflik. Misalnya, jika ada anggota tim yang saling berselisih harus langsung diselesaikan secara internal. Dilarang saling membicarakan di belakang.
JobsDB I Akbar Tri Kurniawan





