indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Ribuan Warga, Hadiri Milad Pesantren Suryalaya


TEMPO Interaktif, Tasikmalaya – Ribuan warga ihwan pondok pesantren Suryalaya menghadiri pawai natura sebagai bagian rangkaian milad pondok pesantren Suryalaya ke 105 di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (28/9).


Mereka datang sambil membawa hasil pertanian, makanan, bumbu dapur hingga hasil ternak. Bahkan tak sedikit di tiap kampung berlomba hingga membawa sapi untuk diserahkan kepada pihak panitia milad (ulang tahun) Pondok Pesantren Suralaya sebagai bentuk rasa syukur mereka kepada mursyid (guru) Abah Anom.

Diperkirakan, ribuan warga yang berasal dari sepuluh desa sekitar pesantren Suryalaya yakni Desa Puteran, Guranteng, Cikoranji, Sukadana, Bojong Benteng, Kelewih, Tabrig, Sindang Heulang,Parung dan Desa Leuwi Haling, Kecamatan Pagerageung serta tamu yang berasal dari luar akan terlibat dalam hajat akbar lima tahunan tersebut. Dijadwalkan Milad Ponpes Suralaya berlangsung tanggal 10 – 11 Oktober depan.

Berdasarkan pantauan Tempo, hingga pukul 10.00 tadi pagi, nampak sekitar 3.000 warga melakukan iring-iringan dengan meriah sambil menyertakan berbagai jenis makanan hasil bumi dan ternak, diiringi kesenian daerah dengan menggunakan baju khas karnaval serta mengusung poster foto berukuran raksasa KH Tajul Arifin Shohibul Wafa atau yang biasa disebut Abah Anom.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Milad Ponpes Suryalaya ke 105, Bobon Setiadji Bustom menyatakan, proses pelaksanaan milad Ponpes Suryalaya kali ini dimeriahkan sejumlah kegiatan sosial, dan puncaknya ditutup pengajian akbar oleh Aban Anom. “Biasanya warga yang datang bisa mencapai 10-15 kali lipat dari pengajian bulanan yang hanya lima ribu ihwan,”ujar Bobon, Selasa (28/9).

Untuk menjamu para tamu, warga sekitar dengan rela hati memberikan makanan untuk diserahkan kepada penitia. Mereka memberikan makanan dalam bentuk pawai natuna. “Tidak ada paksaan kepada mereka, mungkin rasa hidmahnya kepada Abah Anom,“ ujar Bobon.

Bawaan yang dibawa ihwan Suryalaya cukup beragam mulai mie instan, telur, beras, minyak goreng hingga hewan ternak sapi. “Dari kampung saya saja ada enam ekor sapi yang akan disumbangkan,” ujar Tatang Tatang Sutarman, 60 tahun, warga desa Puteuran Kecamatan Pagerageun

Selain karena penghormatan, kesadaran masyarakat ini muncul ini karena mereka yakin tehadap berkah dari doa-doa yang dipanjatkan Abah Anom, saat milad berlangsung.

JAYADI SUPRIADIN

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X