ANTARA/Noveradika
Menteri Keuangan Rekomendasikan Kenaikan TDL Selektif
TEMPO Interaktif, Jakarta -Menteri Keuangan Agus Martowardojo merekomendasikan kenaikan tarif dasar listrik(TDL) tetap dilakukan dengan selektif. Ini opsi untuk mengatasi naiknya subsidi akibat TDL tidak jadi naik sebesar 15 persen mulai awal tahun depan.
Agus mengatakan, pemerintah sudah mempunyai rencana untuk mengurangi subsidi di bidang energi. Langkah itu harus dilakukan secara bertahap agar pemerintah mempunyai kelonggaran fiskal untuk membiayai pembangunan dan perbaikan infrastruktur.
“Maka kita harus bertanya apakah TDL itu tidak dinaikkan untuk semua ataukah secara selektif masih bisa dinaikkan,” kata Agus Marto usai mengikuti rapat Tim Pengawasan Century, di Gedung DPR, Rabu (29/9).
Kenaikan TDL secara selektif, menurut Agus, perlu dilakukan sehingga pemerintah bisa melakukan penghematan anggaran. Paling tidak, kata dia pemerintah tidak perlu menambah subsidi Rp 12 triliun dengan naiknya TDL 15 persen tersebut.
Menurut Agus, opsi kenaikan secara selektif itu akan menjadi salah satu bahan diskusi di Badan Anggaran DPR. “Kita berusaha untuk menjelaskan dan meyakinkan bahwa kalau seandainya TDL tidak dinaikkan tidak apa-apa tetapi apakah benar semuanya tidak dinaikkan,” katanya.
Agus mengatakan, kalau TDL tidak dinaikkan, masyarakat yang mampu, masyarakat kelas menengah akan ikut menikmati pemberian subsidi yang seharusnya tidak perlu disubsidi. Persoalan subsid TDL ini harus didiskusikan secara komprehensif. “Kita harus diskusi yang banyak dengan Badan Anggaran DPR,” katanya.
Selain kenaikan TDL secara selektif, pembengkakan subsidi bisa dicegah dengan membenahi input proses energi di pembangkit tenaga listrik. Dengan pasokan gas, dimungkinkan untuk melakukan penghematan Rp 15 triliun. Menurut Agus, pasokan gas ini harus dikoordinasikan dan menjadi fokus bersama semua pihak untuk memperbaiki sistem kelistrikan yang ada.
Langkah lain yang bisa dilakukan, kata Agus, adalah efisiensi di PLN dengan mengurangi kerugian dan penyusutan dengan memperbaiki sistem yang ada PLN. Dia juga mengharapkan proyek 10 ribu megawatt bisa cepat diselesaikan. “Sehingga kita cukup menggunakan batu bara dan tidak perlu menggunakan BBM,” katanya..
Agus memastikan, kalaupun nanti ada penambahan subsidi, pemerintah tidak ingin dengan menambah utang. Ia juga meminta semua kementerian lembaga untuk melakukan penghematan dengan mengurangi penggunaan anggaran rutin. “Ini tujuannya supaya fiskal pemerintah tetap sehat,” katanya.
IQBAL MUHTAROM





