foto

Jalan yang tertutup longsor akibat gempa di desa Padang Alay, Padang, Sumatera Barat. TEMPO/Wahyu Setiawan

Warga Korban Longsor Akibat Gempa Sumbar Belum Direlokasi  

TEMPO Interaktif, Padang — Warga korban longsor akibat gempa 7,9 skala Richter pada 30 September 2009 di Sumatera Barat hingga saat ini belum direlokasi. Di Nagari Tandikek, Kecamatan Patamuan, sebanyak 340 warga yang rumahnya korban longsor setahun terakhir tinggal di berbagai tempat, mulai dari shelter darurat hingga menumpang di rumah sanak saudaranya.

Akibat longsor saat gempa 30 September tahun lalu, tiga kampung di Nagari Tandikek hilang tersapu longsor yaitu di Kampung Pulau Air, Cumanak dan Lubuk Laweh. Sebanyak 249 warga tewas dan 340 keluarga kehilangan tempat tinggal.

Nurdinah, warga Tandikek mengatakan sebagian warga ada yang bersedia direlokasi dan ada yang tidak. “Ada 150 keluarga yang sudah mengisi blangko kesediaan direlokasi, namun sebagian enggan meninggalkan kampung halamannya, ada juga yang dilarang ninik mamak (tetua kampung), yang ingin direlokasi malah warga yang rumahnya hancur karena gempa,” kata Nurdinah mantan Camat Patamuan, Rabu (29/9).

Pemerintah berencana merelokasi 1.830 korban longsor akibat gempa tahun lalu dalam program transmigrasi lokal, di antaranya warga Nagari Tandikek di Padang Pariaman, Nagari Tanjung Sani dan Malalak di Agam.

Ketua TPT (Tim Pelaksana Teknis) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sumatera Barat Sugimin Pranoto mengatakan masyarakat yang tinggal di zona merah rawan longsor akibat gempa 30 September akan direlokasi ke tiga kabupaten, yaitu ke Koto Tangah di Kabupaten Limapuluh Kota, Padang Hilalang di Dharmasraya dan Padang Tarok di Sijunjung.

“Sudah ada rekomendasi dari gubernur untuk merelokasi dan sekarang kita menunggu izin Menteri Kehutanan untuk pelepasan fungsi kawasan hutan di Kabupaten Limapuluh Kota, “ kata Sugimin Pranoto.

Untuk 550 keluarga korban longsor di Padang Pariaman dan 730 keluarga korban longsor di Malalak dan Tanjung Sani Kabupaten Agam yang akan direlokasi ke Padang Hilalang, Dharmasraya.

Sementara yang lainnya adalah warga yang tinggal di zona rawan longsor di Pasaman Barat sebanyak 450 keluarga yang akan direlokasi ke Koto Tangah di Limapuluh Kota dan 110 keluarga di Padang yang akan direlokasi ke Padang Tarok di Sijunjung.

Febrianti