PLTU Lontar Beroperasi Desember Mendatang
TEMPO Interaktif, Tangerang-Unit I Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) III Banten, Lontar yang berada di desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang akan mulai dioperasikan Desember tahun ini.
Dengan dioperasikannya pembangkit listrik ini akan memenuhi kebutuhan energi listrik untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya sehingga wilayah ibukota akan terbebas dari pemadaman listrik.” Desember sudah beroperasi, unit I ini akan menyumbangkan 700 megawatt energi listrik untuk Jakarta dan sekitarnya,” ujar Koordinator Proyek PLTU Lontar, Rusdy Johan kepada Tempo, hari ini.
Menurut Rusdi, beroperasinya pembangkit Desember tahun ini merupakan target percepatan yang dilakukan PLN.” Lebih cepat empat bulan, rencananya mulai operasi April 2011,”katanya.
PLN bersama konsorsium Dongfang Electrik Corporation dan PT Dalle Energy kontraktor asal Cina yang mengerjakan pembangunan fisik mega proyek tersebut telah melakukan langkah-langkah percepatan pembangunan pembangkit unit I, Unit II, dan Unit III serta dermaga tempat bersandarnya kapal pengangkut batu bara sebagai bahan utama pembangkit listrik terbesar di Banten itu. " Pekerjaan memang kami kebut dengan cara menambah tenaga kerja, jam kerja hingga peralatan pendukung," ujarnya.
Progres pembangunan pembangkit Unit I,II dan III sudah mencapai 84,8 persen. Khusus unit I yang akan mulai dioperasikan Desember nanti, saat ini masih dalam tahap pra pairing.” Semua alat ready digunakan,”katanya. Sebelum dioperasikan, pembangkit akan melalui tahap uji kehandalan.
Untuk Unit II ditargetkan operasi April 2011 dan Unit III beroperasi Agustus 2011. D
Dipercepatnya pembangunan pembangkit listrik tersebut, menurut Rusdi, karena sistem listrik Jakarta sangat membutuhkan energi tambahan karena cadangan energi listrik yang semakin menipis. Dan, dengan semakin cepatnya pembangkit tersebut beroperasi, maka kesempatan PLN untuk mendapatkan laba dengan menjual setrum semakin cepat.
Pembangkit listrik dari Lontar ini akan menggantikan PLTU berbahan bakar minyak dan PLTGU yang selama ini beroperasi untuk memenuhi kebutuhan listrik Jakarta dan sekitarnya. Alasannya, minyak sudah semakin langkah.
PLTU Lontar yang memiliki kapasitas 3 X 315 megawatt menggunakan bahan bakar batu bara. Untuk mempermudahkan jalannya pasokan batu bara, instalasi batu bara ditargetkan selesai awal November ini. Batu bara akan dipasok oleh tiga perusahaan diantaranya PT Kasih dan PT Arumi yang mendatangkan baru bara dari Kalimantan dan Sumatera. Jalur untuk batu bara tersebut telah disiapkan berupa pelabuhan yang ada di area PLTU Lontar.
Untuk tenaga kerja, Rusdy melanjutkan, pihaknya telah memperkerjakan 4.000 orang dan 200 orang diantaranya tenaga ahli yang didatangkan dari Cina.
Pembangunan PLTU itu merupakan rencana pemerintah pusat untuk memasok listrik ke Jawa dan Bali. Sedikitnya 10 unit pembangkit listrik akan dibangun di Pulau Jawa meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Proyek yang dimulai tahun 2007 ini sempat terhenti pada November 2008 karena kerusuhan dilokasi proyek.
Pada saat itu, ratusan warga desa Lontar merangsek kedalam lokasi proyek, mereka merusak sejumlah fasilitas dan mes karyawan proyek. Kerusuhan dipicu oleh kemarahan warga sekitar setelah tujuh tukang palak di sekitar proyek diringkus dalam operasi antipreman yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Metro Tangerang Kabupaten.
JONIANSYAH





