PT PAL Selesaikan Kapal Escort Tug Pesenan BP Migas

TEMPO InteraktifSurabaya - Perusahaan galangan kapal nasional, PT PAL Indonesia (persero) menyerahkan satu unit kapal tunda jenis escort tug berkapasitas 4.400 Horse Power bernomor Hull W000262 kepada Badan pelaksana Kegiatan Hulu Minyak Bumi dan Gas (BP Migas).


Secara simbolis, penyerahan kapal dilakukan Dirut PT PAL, Harsusanto kepada pengguna kapal yang diwakili PT KBR Indonesia Join Operation didepan hanggar Divisi Kapal Perang PT PAL di dermaga ujung Surabaya, Jumat (1/10) siang tadi.


Kapal escort tug 4.400 Hp ini merupakan kapal pertama dari empat kapal yang dipesan. Sedangkan untuk kapal kedua akan diserahkan pada akhir tahun ini, kemudian kapal selanjutnya akan diselesaikan secepatnya. "Kapal ini didesain mampu beroperasi dalam rangka mendukung kegiatan proyek LNG Tangguh di Irian," kata Harsusanto.


Kapal escort tug 4.400 Hp juga didesain dengan alat pemadam kebakaran laut atau fire fighting one yang dibangun dengan standar klass loyd register dan biro klasifikasi Indonesia. Kapal sepanjang 32 meter dan lebar 11,6 meter ini mampu menarik beban seberat 60 ton.


"Kapal juga kita pasang asymuth stern drive yang bisa membuat kapal lincah dengan power lebih dari 3000 kw dan dipasang towing winch sehingga mempunyai kemampuan auto rendering," tambah Harsusanto. Selain itu, kapal ini memiliki kecepatan 12 knots dengan kekuatan mesin pokok 2x2200 Hp.


Keberhasilan membuat kapal escort tug ini, kata Harsusanto, sebagai bukti jika PT PAL Indonesia mampu menjawab tantangan dengan membikin kapal dengan spesifikasi khusus. Yang membanggakan, 60 persen bahan pembuat kapal berasal dari komponen lokal. Hanya beberapa bagian termasuk mesin yang dipesan dari Jerman.


Kepala Proyek escort tug PT PAL, Edi Wiyono mengatakan, tantangan terberat dalam membangun kapal ini adalah merancang konstruksi awal. "Konstruksi awal yang susah, selanjutnya kan tinggal mengcopy saja," kata dia. Kapal escort tug sendiri dibangun dengan melibatkan 50 pekerja, yang seluruhnya merupakan pekerja PT PAL.


FatkhurRohman Taufiq