foto

TEMPO/Dinimawuntyas

Cegah Konflik Membesar, Pintu Masuk Perairan Tarakan Ditutup  

TEMPO Interaktif, Jakarta - TNI dan kepolisian menutup pelabuhan dan bebarapa titik pintu masuk perairan menuju Pulau Tarakan. Penutupan ini untuk mencegah masuknya senjata ke Tarakan pasca betrokan warga di sana. 


"Danlamal dan Airud blokir pintu masuk ke Pulau Tarakan. Kemarin petugas berhasil menghentikan kapal yang membawa senjata tajam," kata Juru Bicara Polri Inspektur Jenderal Iskandar Hasan, Sabtu (2/10).

Senjata yang diangkut menggunakan kapal itu, lanjut Iskandar, diduga sebagai kiriman bantuan untuk memprovokasi warga Tarakan. "Karenanya senjata kami sita dan kapal dilarang merapat," ujarnya.

Saat ini, situasi di Tarakan sudah berangsur aman. Pertokoan sudah buka dan pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. "Tapi kami masih menjaga beberapa tempat yang strategis." Pengamanan ini, lanjut dia, rencananya akan dilakukan selama dua pekan ke depan. "Setelah itu, secara bertahap kami baru akan tarik pasukan," ujarnya.

Jumat (1/10) kemarin, pemerintah daerah telah membuat kesepakatan perdamaian yang disetujui tokoh masyarakat. Persetujuan itu mulai disosialisasikan ke warga Tarakan, Sabtu ini. "Jadi kami juga akan menjaga sosialisasi itu. Setelah diterima, baru kami tarik pasukan," kata Iskandar.

CORNILA DESYANA