foto

Sejumlah warga mengais sisa rumah yang dibakar saat terjadi bentrok antar warga di kota Tarakan Kalimantan Timur, Kamis (30/9). TEMPO/Kink Kusuma Rein

Pengamat: Perlu Sistem Peringatan Dini Cegah Konflik  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengamat sosial Tamrin Amal Tamagola menganggap pemerintah perlu membangun sistem peringatan dini untuk mencegah terjadinya konflik antar warga di Indonesia. Tamrin mengharapkan pemerintah membentuk sistem ini di daerah yang rawan isu agama dan suku. 


"Early warning system itu perlu untuk daerah-daerah yang rentan isu agama dan suku. Seperti Jakarta Barat yang bermukim warga asal Betawi dan Madura," ujar Tamrin, Sabtu (2/10).

Pembentukan sistem peringatan dini konflik ini, lanjut dia, harus berdasar kerjasama antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan polisi. Ketiga elemen itu nantinya bekerja berdasar data suku dan agama masyarakat sekitar. "Jadi pemerintah dan polisi bisa mengetahui apakah daerah itu masih dalam wilayah hijau, kuning, atau merah. Jangan tiba-tiba pecah seperti Tarakan," kata dia.

Satu wilayah yang menurut Tamrin perlu sistem peringatan dini yang ketat adalah Indonesia bagian timur. Penyebabnya, masyarakat wilayah itu memiliki kecenderungan tempramen yang tinggi dan didukung suhu daerah yang panas. "Emosi mereka cepat terpancing. Jadi perlu pangamatan ketat," kata dia.

CORNILA DESYANA