foto

Pesawat tempur Sukhoi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Presiden Minta TNI Prioritaskan Senjata Domestik

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Tentara Nasional Indonesia mengutamakan hasil produksi lokal untuk memodernisasi persenjataannya. Hanya alat canggih yang tak bisa dibuat di dalam negeri saja yang perlu diimpor.

"Karena biaya (modernisasi senjata) sangat besar, maka mari membuat prioritas. Kalau bisa kita produksi, wajib hukumnya membeli produk dalam negeri," kata Yudhoyono  saat membuka sidang kabinet di Kantor Presiden, Senin (4/10).

Namun untuk pesawat tempur dan kapal canggih, misalnya, yang belum bisa dibuat pabrikan lokal, barulah keran impor dibuka.

Yudhoyono pun mendesak TNI menjaga efisiensi pengadaan senjata. "Pengadaan harus tepat sasaran dan cegah penyimpangan," katanya.

Menurut dia, sistem persenjataan Indonesia sebetulnya tertinggal dibanding negara tetangga. Hal itu dipandangnya wajar karena krisis ekonomi 1997-1998 membuat pemerintah harus mengutamakan rakyat ketimbang senjata.

Namun kini, katanya, saatnya telah tiba untuk mengalokasikan dana lebih besar untuk pertahanan. "Kita tidak ingin masuk dalam perlombaan kekuatan militer, kita sadar harus terbangun kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik yang daman dan aman. Tapi ketahanan negara kita tidak bisa diabaikan. Postur dan sistem persenjataan kita harus dijamin bisa mengemban tugas-tugas itu. Bangsa Indonesia cinta damai tapi juga cinta kedaulatan," tuturnya.

BUNGA MANGGIASIH