Aksi Ambil Untung Hentikan Laju Indeks

TEMPO Interaktif, Jakarta - Aksi ambil untung yang dilakukan investor di semua sektor akhirnya menghentikan penguatan bursa lokal dalam sembilan hari terakhir.

Indeks harga saham gabungan pada perdagangan hari ini jatuh 17,218 poin (persen) ke level 3,586,186 dari posisi kemarin.

Volume perdagangan mencapai 9,2 miliar dengan nilai transaksi Rp 7,6 triliun, serta frekuensi lebih dari 149 ribu kali. Hanya 71 saham yang naik, 224 saham turun, serta 64 saham lainnya stagnan. Namun, investor asing kembali mencatat pembelian bersih yang cukup besar senilai Rp 224,6 miliar.

Analis PT Financorfindo Nusa, Helen, mengemukakan penurunan indeks kali ini sangat wajar karena telah naik sangat kencang dan terus mencetak rekor tertinggi tanpa mengalami koreksi. “Turunnya sebagian bursa regional dijadikan momentum investor untuk melepas sahamnya sehingga indeks sempat jatuh tajam hingga 63 poin,” paparnya.

Dana investor yang tersedot ke saham pendatang baru Indofood CBP Sukses Makmur juga turut memicu terjadinya tekanan jual pada saham unggulan, sehingga indeks harus lengser dari rekor tertingginya.

Transaksi Indofood CBP mencapai Rp 1,84 triliun dan Indofood Sukses Makmur Rp 515,79 miliar. Para investor yang tidak kebagian saham ICBP di pasar perdananya mencoba memburu di pasar sekunder, sehingga harga sahamnya naik Rp 555 (10,29 persen) menjadi Rp 5.950 per saham dari harga perdananya Rp 5.395.

Menurut Helen, sebagian investor mengalihkan portofolio sahamnya di INDF ke saham ICBP karena dirasa lebih menarik. Pasalnya, ikon Indofood selama ini adalah Indomie dan sekarang produksi mie instan Indofood berada dibawah bendera ICBP. “Ini yang membuat saham Indofood hari ini turun Rp 300 (5 persen) menjadi Rp 5.350 per saham,” ujarnya.

VIVA B. KUSNANDAR