foto

Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah. TEMPO/Dinul Mubarok

Gadai Syariah Cukup Diminati Di Daerah  

TEMPO Interaktif, Surakarta – Gadai barang tidak hanya bisa dilakukan di pegadaian konvensional. Saat ini sudah muncul pegadaian berbasis syariah yang diusahakan oleh bank-bank syariah di Surakarta.

“Pegadaian syariah potensinya cukup menjanjikan di Solo. Sehingga kami berencana membuka layanan tersebut,” jelas Manajer Operasional Bank Tabungan Negara Syariah cabang Surakarta, Triantoro kepada Tempo, Jumat (8/10).

Bank syariah pelat merah tersebut sudah menyiapkan konter khusus untuk melayani gadai syariah. Petugas pelayanan juga sedang dididik di kantor pusat di Jakarta. “Kalau secara nasional, program gadai syariah sudah diluncurkan awal tahun ini. Saat ini baru beberapa cabang yang sudah mulai beroperasi seperti Jakarta dan Semarang,” lanjutnya.

Keinginan untuk membuka layanan gadai syariah di Surakarta disebabkan penduduknya didominasi muslim. Dan ada komunitas-komunitas keturunan Arab seperti di Kecamatan Pasar Kliwon. “Kami yakin akan diminati,” katanya. Produk Gadai Syariah ini rencananya akan diluncurkan Desember 2010.

Bank Negara Indonesia Syariah cCbang Surakarta sudah lebih dulu merintis layanan gadai syariah di Surakarta, sejak 2007. Menurut Kepala Cabang BNI Syariah Surakarta Arief Mursidi, selama tiga tahun ini gadai syariah cukup diminati. “Tiap bulan rata-rata ada transaksi hingga Rp 600 juta. Padahal target per bulannya Rp 750 juta,” terangnya.

BNI Surakarta sementara ini hanya melayani gadai khusus emas dengan akad sesuai prinsip syariah. Lama pinjaman dibatasi maksimal 2 bulan, dimana setelah itu wajib ditebus dengan toleransi satu minggu. “Lebih dari satu minggu, emas kami lelang,” tuturnya. Sedangkan perpanjangan diberikan dengan membayar biaya penitipan 1,5 persen dari total nilai barang yang digadaikan.

“Keunggulan kami, maksimal pinjaman yang diberikan hingga 90 persen dari nilai barang. Sementara untuk konvensional, lebih rendah,” ucapnya. Masyarakat banyak yang memanfaatkan gadai syariah saat membutuhkan uang untuk biaya masuk sekolah. Juga untuk kebutuhan saat Hari Raya Idul Fitri. “Biasanya transaksi naik hingga 25 persen,” pungkasnya.

UKKY PRIMARTANTYO