Keracunan makanan. TEMPO/Hariandi Hafid
Keracunan Massal di Garut 140 Orang Jadi Korban
TEMPO Interaktif, Garut -Sebanyak 140 warga Kampung Cileungsing, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Jawa Barat, keracunan massal. Belum diketahui penyebab racun yang menyerang warga tersebut.
“Keracunanan ini diduga dari makanan,” ujar Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Dede Rochmansyah, Jumat (8/10). Korban keracunan telah mendapatkan penanganan dari Puskesmas Tarogong, Leles, dan Klinik Baitul Rohman. Kondisi korban menurut Dede sudah mulai membaik.
Kebanyakan dari mereka telah diperbolehkan pulang. Hingga saat ini hanya enam orang yang masih mendapatkan perawatan intensif, diantaranya sebanyak lima orang di Puskesmas Tarogong dan satu orang di Klinik Baitul Rohman.
Kondisi pasien pada saat masuk puskesmas, rata-rata mengalami kekurangan cairan di dalam tubuh. Gejala penyakit yang dialami warga hampir sama. Mereka pada umumnya mengalami pusing-pusing, pegal, muntah, diare, dan suhu badan memanas.
Kasus keracunan ini dinyatakan sebagai kejadian luar biasa. Karena, kejadian ini berlangsung secara serentak dengan memakan jumlah korban yang cukup banyak.
Pihaknya telah menerjunkan tim untuk meneliti kejadian ini. Bahkan pihaknya juga, telah mengirim sampel makanan dan muntahan ke laboratorium kesehatan di Bandung untuk diteliti.
Berdasarkan pantauan Tempo pada Kamis (7/10) malam, puluhan warga terus berdatangan ke Puskesmas Tarogong. Korban keracunan rata-rata anak berusia antara 4-10 tahun. Mereka terpaksa berdesakan di lorong ruangan untuk mendapatkan pertolongan medis.
Salah seorang warga, Yani Maryani, 29 tahun menduga keracunana ini diakibatkan dari nasi kuning yang dibagikan dari acara ulang tahun tetangganya. Hal itu diketahui setelah satu jam anaknya yang bernama Muhammad Yadi, 6 tahun memakan nasi itu langsung mengalami mutah-muntah.
Dalam acara itu para tamu undangan diberi bingkisan berupa nasi kuning dan sejumlah makanan serta minuman dalam kemasan. Mereka yang keracunan rata-rata setelah menyantap nasi kuning.
SIGIT ZULMUNIR





