Minggu, 10 Oktober 2010 | 15:14 WIB
Pemerintah Kesulitan Mendata Pengungsi Wasior
TEMPO Interaktif, Jakarta - Mobilitas pengungsi banjir bandang Wasior di Manokwari, Papua Barat yang tinggi, membuat pemerintah kesulitan melakukan pendataan. "Ada hambatan masalah pendataan, ada yang datang dan pergi," kata Direktur Bantuan Sosial Bencana Alam Kementerian Sosial Andi Hanindito ketika dihubungi Ahad (10/10)
Pemerintah mengkonsentrasikan pengungsi di Nabire dan Manokwari. Catatan kementerian, pada pukul 14.00 WIT, di Lapangan Kodim Manokwari ada 640 jiwa pengungsi. Tapi, Andi menguraikan, kapal dari Wasior ke Manokwari mengangkut 2-3 ribu pengungsi. Ternyata sebagian pengungsi ada yang tinggal dengan kerabatnya di Manokwari sehingga jumlahnya berkurang drastis.
Ketika ada pembagian bantuan, Ia melanjutkan, pengungsi tersebut kembali ke Lapangan Kodim. "Kami tanya jumlah anggota keluarganya berapa, alamat di Wasior di mana, meraka tidak menjawab jelas," ungkap Andi. Akibatnya, data resmi total pengungsi Wasior hingga 6 hari setelah kejadian, belum ada.
Pada kunjungannya ke Manokwari kemarin, Andi menengarai, sudah banyak pula warga Wasior yang pulang ke daerah asalnya. "Buktinya terlihat dari peningkatan jumlah pemesanan tiket dari Manokwari ke Makassar," jelasnya. Padahal, saat ini bukan masa puncak pembelian tiket yang biasanya terjadi ketika Lebaran dan Natal.
Kondisi Wasior, menurut Andi, saat ini sudah tidak layak untuk ditinggali. Sebab, fasilitas air bersih, listrik dan sanitasi rusak berat. Tapi sejumlah warga masih ada yang tetap memilih tinggal di Wasior. Kini fokus pemerintah adalah pendataan untuk alokasi bantuan dan rencana relokasi.
Dianing Sari