Warga mengumpulkan barang dari sisa banjir di Teluk Wondama, Papua. AP
Topik
Minggu, 10 Oktober 2010 | 15:50 WIB
Satu Tim Psikososial Dikirim ke Pengungsian Wasior
TEMPO Interaktif, Jakarta - Satuan bakti sosial dari Kementerian Sosial kemarin telah dikirim ke tempat pengungsian korban banjir bandang Wasior, di Lapangan Kodim Manokwari, Papua Barat.
"Mereka bertugas menangani dampak sosial bagi anak di pengungsian," kata Direktur Bantuan Sosial Bencana Alam Kementerian Sosial Andi Hanindito, Ahad (10/10)
Kementerian mengirim lima orang anggota satuan bakti sosial, yang dilengkapi psikosial kit untuk menyibukkan dan menghibur anak-anak pengungsi. Jumlah tim psikosial akan ditambah dari kawasan terdekat semisal Makassar dan Jayapura.
"Tapi tergantung jumlah anak yang di pengungsian pula," kata Andi. Pemerintah hingga kini mengakui kesulitan mendata jumlah pengungsi karena mobilitas pengungsi Wasior tinggi.
Andi mengaku tidak tahu kapan kegiatan belajar mengajar bagi anak pengungsi sudah bisa dimulai. Tugas tersebut, menurutnya, menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan Nasional.
Sementara itu, di pengungsian, Andi menguraikan, pemerintah sudah menyiapkan logistik dan fasilitas pendukung. Jumlah tenda berlebih, tersedia fasilitas sanitasi dan air bersih serta makanan juga ada. "Kami meminta pengungsi Wasior sebisanya tinggal di pengungsian, demi memudahkan pendataan dan penyaluran bantuan," kata dia.
Saat ini, Andi melanjutkan, Wasior masih berstatus tanggap darurat hingga 8 hari mendatang. Pendataan korban dan bantuan ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah, sementara Kementerian Pekerjaan Umum menganalisa kerusakan infrastruktur dan Kementerian Kesehatan fokus ke layanan kesehatan. "Kami mengendalikan dampak sosialnya. Jadi semua bekerja," ucap Andi.
Dianing Sari





