Normalisasi Kali Angke, 18 Pemukiman di Tangerang Bebas Banjir


TEMPO Interaktif, Tangerang--Meluapnya Kali Angke dan tingginya sedimentasi lumpur di kali utama yang mengalir melalui empat wilayah Kecamatan Karang Tengah, Ciledug, Pinang dan Cipondoh, Kota Tangerang menyebabkan pemukiman di kawasan itu banjir dan tergenang.

Untuk itu Pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane akan mengucurkan dana Rp 51 miliar untuk melakukan pengerukan kali.


"Realisasinya tahun ini, hanya waktunya belum diketahui, sudah dilakukan pengukuran oleh petugas beberapa hari lalu,"kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang, Dadang Durachman dihubungi Tempo, pagi ini.

Dadang mengatakan jika normalisasi Kali Angke bisa terlaksana maka sekitar 18 pemukiman langganan banjir diharapkan terbebas genangan.

Daerah kawasan banjir itu diantaranya; Wisma Tajur dan Puri Kartika di Ciledug, perumahan DDN di Karang Tengah, perumahan Unilever di Karang Mulya, kompleks Perdagangan Karang Timur di Kecamatan Karang Tengah termasuk Petir Cipondoh yang dialiri Kali Cantiga yang merupakan anak Kali Angke. Kawasan rawan banjir di atas meski tidak hujan deras, namun kerap tergenang.

Secara terpisah Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Pitoyo Subandrio kepada Tempo mengatakan untuk normalisasi Kali Angke sebenarnya sudah dimulai tahun 2009.

"Sudah dikerjakan sejak tahun lalu, dan akan kita teruskan, hanya kendalanya ada warga belum menyerahkan lahan yang dibebaskan. Jadi masih ada yang bolong,"kata Pitoyo

Data yang diterima Tempo dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang menyebutkan pada tahun 2008 sudah dilakukan pembuatan turab Kali Angke sepanjang 44,30 meter yang mengalir melalui Perumahan Pinang Griya, Pinang.

Sejumlah penuraban juga dilakukan di komplek DDN sepanjang 79 meter, turab Ciledug Indah I dan II juga normalisasi saluran pembuang Rawa Kambing, Sungai Gili dan Sungai Cantiga.

Disisi lain Pitoyo yang juga merangkap jabatan di Direktorat Sungai dan Pantai Kementerian Pekerjaan Umum dan Bina Marga ini mengatakan saat ini sejumlah proyek normalisasi sungai terkendala anggaran.

"Anggaran saat ini kita gunakan untuk menangani banjir di sejumlah daerah di tanah air seperti Wasior Teluk Wondama Papua, banjir di Padang dan Jember,"kata Pitoyo.

Termasuk salah satu yang mengalami kendala adalah proyek normalisasi sungai Ciliwung-Cisadane. Menurut Pitoyo, Cisadane sudah mulai dikerjakan di beberapa segmen sejak tahun lalu.

"Termasuk penuraban di Cisadane yang membuat kawasan di jalan Benteng Jaya Kota Tangerang sudah cantik,"ujar Pitoyo.Normalisasi Ciliwung Cisadane bertujuan mengembalikan fungsi sungai sebagai saluran air dan bukan sebagai tempat sampah yang seperti terjadi saat ini. Termasuk nantinya menata bantaran sungai sehingga daerah itu bebas hunian liar.

Proyek normalisasi Ciliwung, akan dimulai pada Januari tahun depan dan ditargetkan selesai pada 2014 dengan alokasi dana sekitar Rp100 miliar.

Dalam rancangan normalisasi, kali Ciliwung yang berliku nantinya akan diluruskan. Sisa lahan pelurusan digunakan memperluas kali sehingga dapat menampung kapasitas air yang lebih besar."Tahun 2011 kita juga programkan penataan pemukiman kumuh di Kali Ciliwung,"kata Pitoyo.

AYU CIPTA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X