Topik
Pemerintah Bekasi Beralasan Perbaikan Jalan Mundur Terhambat Hujan
TEMPO Interaktif, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, beralasan perbaikan 400 ruas jalan kota terhambat cuaca buruk yang terus-menerus diguyur hujan. Pengerjaan fisik jalan rencananya baru dimulai pekan depan, molor dari jadwal semestinya proyek berjalan sejak dua pekan lalu.
Kepala Bidang Binamarga Dinas Binamarga dan Tata Air Kota Bekasi Lindon Tampubolon, mengatakan akibat seringnya hujan pengaspalan ulang atau membuat beton jalan (rigit) tidak bisa dilakukan. Pekerja, hanya memiliki waktu ideal setengah hari. "Kalau sudah siang sampai sore turun hujan, jadi perbaikan jalan belum dilaksanakan," kata Lindon, kepada Tempo, Selasa (12/10).
Lindon menyatakan, perbaikan 400 ruas jalan kota dilaksanakan hampir dipastikan pekan depan. Proses tender dan penunjukan rekanan sudah kelar, surat perintah kerja juga telah diterbitkan Dinas Binamarga.
Di antara jalan yang diperbaiki, jalan Kemakmuran depan asrama haji embarkasi Jakarta-Bekasi, jalan Raya Legok sepanjang empat kilometer Kecamatan Jatiasih, jalan Perumahan Taman Harapan Baru sepajang 5 kilometer di Kecamatan Medan Satria, jalan depan Perumahan Purigading sepanjang 500 meter, jalan Haji Awi, Jatiasih, dan jalan Raya Pondok Gede. "Minggu depan mulai dikerjakan semuanya," kata Lindon.
Menurut Lindon, dana perbaikan seluruh ruas jalan rusak itu sekitar Rp 125 miliar. Pemerintah Kota Bekasi menargetkan, seluruh ruas jalan kota yang rusak kelas sebelum 10 Desember nanti.
Sementara Ny Cahyo Sasongko, warga Perumahan Taman Harapan Baru, Medan Satria, menyatakan ruas jalan yang setiap hari dilaluinya rusak sejak tiga tahun lalu. "Pemerintah selama ini hanya menjanjikan tanpa ada realisasi," kata Ny Cahyo.
Pada 21 September lalu, sopir angkutan yang melintas di jalan Raya Legok, Jatiasih, mogok sebagai bentuk protes jalan rusak tak kunjung diperbaiki. Sopir angkutan mogok adalah KCB jurusan Bantar Gebang, Vila Nusa Indah 2, Pondok Gede, sebanyak 40 armada. Angkutan K27 jurusan Auri, Angkasa Puri, dan Pondok Gede, ada 15 armada. Kepada para sopir angkutan saat itu, Lindon berjanji akan melakukan perbaikan jalan satu pekan kemudian memakai Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 3 miliar yang telah cair.
HAMLUDDIN





