Topik
Gedung Sekolah Dasar Pandangpandang di Gowa Diduga Dibakar
TEMPO Interaktif, Makassar - Aksi teror masih saja terjadi di Gowa. Beberapa waktu lalu terjadi beberapa dugaan pembakaran fasilitas pemerintah dan partai. Kali ini giliran gedung Sekolah Dasar Negeri Pandang-pandang Kabupaten Gowa yang diduga sengaja dibakar.
Suriani, 44 tahun yang pertama kali melihat kejadian ini mengatakan, sekitar pukul 04.00 Wita saat hendak buang air kecil, tiba-tiba melihat kobaran api yang melahap di bagian belakang gedung sekolah. " Saya langsung bangunkan suamiku untuk membangunkan warga," kata Suriani.Warga, kata dia, lalu berusaha memadamkan api, tapi tidak berhasil. Dua ruangan gedung sekolah itu ludes terbakar. Setengah jam kemudian, dua mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Gedung lainnya yang sudah mulai terbakar, dapat segera dipadamkan. "Kalau tidak ada pemadam, sekolah ini habis," ujar dia.
Suriani menjelaskan, tidak ada orang yang bertugas sebagi penjaga sekolah. Sebab sekolah ini ditutup oleh pihak yang mengklaim sebagai ahli waris dari tanah yang ditempati sekolah sejak tiga Minggu lalu. Penutupan sekolah ini karena tanahnya masih dalam status sengketa.
Seluruh fasilitas sekolah tak sempat diselamatkan seperti buku, meja, kursi dan lemari. Gedung yang hangus terbakar tersebut adalah ruangan kelas satu dan kelas dua. Sedangkan ruangan kepala sekolah hanya sebagian saja. Gedung lainnya seperti kantin tak ada yang tersisa.
Warga menduga kebakaran sekolah ini disengaja. Alasannya, kejadiannya juga berlangsung pada dini hari. "Ini sama dengan kejadian-kejadian sebelumnya," kata Shalik, seorang warga.
Jika sumber api berasal dari korselting listrik, ini tidak mungkin. Sebab, kata Shalik, listrik di sekolah ini dimatikan sejak sekolah ini ditutup. "Sebelum disegelpun listriknya selalu dimatikan pada waktu malam," ujarnya.
Daeng Ero, pihak yang mengklaim sebagai ahli waris di lahan sekolah ini mengaku tak mengetahui peristiwa kebakaran di sekolah ini. "Saya dibangunkan oleh warga," katanya.
Daeng Ero mengatakan, insiden ini tak berkaitan dengan status tanah disekolah tersebut. Sebab, kasus sengketanya sudah diputus oleh pengadilan negeri Sungguminasa. "Saya tunggu dibayar saja oleh pemerintah daerah Gowa," ujarnya.
Sekretaris daerah pemerintah Gowa, Muhammad Yusuf Sommeng mengutuk pelaku pembakaran. Yusuf meminta kepolisian utnuk segera mengungkap kasus ini. "Saya belum tahu, apakah pembakaran ini berhubungan dengan kasus pembakaran sebelumnya atau tidak," kata Yusuf.
Di lokasi, tim laboratorium forensik mengumpulkan sejumlah bukti, seperti arang, pecahan kaca, dan mengambil gambar. Tim forensik ini dipimpin oleh Ajun Komisaris Wiji Pornomo. "Kami akan meneliti sampel ini. Hasilnya nanti tanyakan di Polres Gowa," kata Wiji.
Kepala satuan Reserse dan Kriminal Oolres Gowa, Komisaris Ardi Rahananto mengatakan, ada tiga orang yang dimintai keterangan. Polisi akan mendalami kasus ini sampai dengan proses pengungkapan. "Kedua saksi ini akan kembali dimintai keterangannya. Kami juga akan mencari informasi yang berkaitan dengan kasus ini," kata Ardi.
Mereka yang menjadi saksi adalah Suriani, Shaki, dan Daeng Suppu. Suriani dan Shaki adalah orang pertama melihat kejadian ini. Sedangkan Daeng Suppu penjaga sekolah. "Saya tidak tinggal di sekolah. Sejak ditutup sekolah ini saya tidak lagi berjaga," kata Daeng Suppu.
Ardi mengaku belum mengetahui motif kebakaran ini. Dia juga belum dapat menyimpulkan apakah kasus ini berkaitan dengan kasus pembangkaran sebelumnya. "Kita lihat hasil penyelidikan nanti ya," ujarnya.
SAHRUL





