Rumah Sakit Tanpa Kelas untuk Warga Miskin Dibangun di Kendal
TEMPO Interaktif, Kendal - Kabupaten Kendal segera membangun rumah sakit tanpa kelas. Rumah sakit ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan pelyanan kesehatan bagi warga miskin.
"Semua kamar rawat inap sama. Dengan demikian, tidak ada alasan rumah sakit menolak pasien miskin karena yang ada ruang VIP," kata Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti kepada Tempo, Selasa (12/10).
Berdasarkan pantauan selama ini, Widya yang juga seorang dokter mennambahkan, sering pelayanan untuk pasien miskin tidak bisa diberikan secara langsung karena keterbatasan ruang inap yang sesuai dengan kelas pasien peseta Jaminan Kesehatan Masyarakat.
"Mestinya layanan darurat untuk orang sakit tidak bisa ditunda dengan alasan apapun." Pendirian rumah sakit tanpa kelas akan direalisasikan tahun depan dengan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 50 miliar.
Rencana ini mendapat dukungan dari Komisi Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kendal. Menurutnya, rumah sakit ini juga akan memberikan pelayanan bagi warga miskin, baik yang masuk dalam daftar Jaminan Kesehatan Masyarakat dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
"Asal warga bisa menunjukkan warga miskin, mereka tak akan dipungut biaya," kata Benny Karnadie, Ketua Komisi Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kendal.
Ditambahkan, rumah sakit ini juga terbuka untuk pasien yang mampu. Namun bagi yang mampu tetap dikenakan biaya penuh. Hanya saja, karena tanpa kelas, tetap saja tarifnya lebih murah dibanding rumah sakit pada umumnya.
Salah satu komponen penyebab mahalnya biaya di rumah sakit, lanjutnya, karena pasien juga dikenai tarif kamar yang berbeda-beda, meski dengan pelayanan dan penangan kesehatan yang sama.
Benny mengingatkan, selain persiapan pembanguan fisik, pemerintah Kendal juga harus menyiapkan tenaga kesehatan yang baik. Dengan demikian, meski murah, tapi tidak mengurangi mutu pelayanan.
Sohirin





