Petani garam. TEMPO/Dwi Narwoko
Topik
Harga Garam Rakyat Naik 100 persen
TEMPO Interaktif, Pamekasan -Harga garam rakyat di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, naik 100 persen dalam dua pekan terakhir. Kenaikan tersebut dipicu minimnya stok garam di petani akibat anomali cuaca yang menyebabkan ladang garam gagal panen.
"Biasa cuma Rp 350 perkilogram, sekarang mencapai antara Rp 750 sampai 800 perkilogram," kata Subhan pedagang garam di Kecamatan Galis, Pamekasan, Minggu (17/10).
Menurut Subhan, kenaikan derastis harga garam jarang terjadi. Anomali, kata dia, menjadi berkah tersendiri bagi pedagang garam karena bisa meraup untung besar. "Untungnya lumayan dibanding hari biasa," ujarnya.
Sekertaris Jendral Komite Garam Pamekasan Yoyok Efendi membenarkan naik harga garam dipasaran. Namun dia menilai, kenaikan itu tidak dirasakan petani karena panen garam gagal akibat hujan yang terus mengguyur saat musim kemarau.
Dia yakin jika kondisi cuaca normal dan panen garam tidak gagal, harga garam tidak akan melonjak naik. "Saat harga garam naik, petani justru tidak punya stok garam, jadi tetap buntung," jelasnya.
Catatan komite garam menyebutkan peralihan cuaca yang tidak menentu membuat produksi garam di Madura tahun ini dibawah lima persen. Dari 8785 hektar ladang garam di Tiga Kabupaten Centra produksi garam yaitu Sampang, Pamekasan dan Sumenep tidak berproduksi maksimal.
Sekitar 80 persen ladang terpaksa di panen dini karena diguyur hujan. "Kalau normal total produksi garam bisa mencapai 614 ribu ton, tapi sekarang hanya sekitar 120 ribu ton, itu pun kwalitasnya rendah," terangnya.
MUSTHOFA BISRI





