Dok.Tempo/Zulkarnain
Topik
Wapres Resmikan Solo Kota Pesona di Cina
TEMPO Interaktif, NANNING - Wakil Presiden Boediono Selasa, 19 Oktober 2010 meresmikan Kota Solo sebagai Kota Pesona atau "City of Charm" pada acara ASEAN-China Expo 2010 di Nanning, China.
Peresmian ditandai pengguntingan pita bersama oleh Wapres Boediono dan Gubernur Guangxi, Mabiao, di arena ASEAN-China Expo 2010. Sebelum peresmian, Wapres didampingi beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu disambut tarian Merak di paviliun Kota Solo.
Dalam pidatonya, Wapres Boediono mengatakan, penepatan Solo sebagai Kota Pesona sangat tepat mengingat keragaman budaya dan sukunya sangat mewakili wajah Indonesia."Solo bahkan layak untuk ikut dalam expo yang sangat dinamik dan beragam ini, serta menyatukan berbagai ragam budaya bangsa," katanya.
Wapres mengungkapkan Solo telah lama dikenal sebagai kota perdagangan. Seluruh pedagang dari berbagai penjuru berkumpul tanpa memandang latar belakang budaya dan suku."Solo adalah kota yang penuh tradisi yang anggun dan indah," kata Boediono.
Penduduk Solo, kata dia, dikenal sangat dinamik dan multikultural. Solo bermukim para pedagang ulet, wirausahawan tangguh, serta pekerja keras. Para pedagang itu berasal dari berbagai suku dan kelompok etnis di seluruh Indonesia. Mereka menyatu dalam perdagangan sehari-hari tanpa ada sekat latar belakang budaya, keturunan, maupun agama.
Boediono memaparkan di Solo ada Pasar Klewer, pusat perdagangan tekstil yang begitu tersohor ke seluruh Indonesia. Tradisi berdagang di pasar ini, yang juga menyemangati seluruh kota, begitu mengakar sejak berabad silam. Solo juga menjadi salah satu contoh perkembangan demokrasi yang sehat dan dinamis di Indonesia.
Dengan beragam suku dan budaya serta tradisi, Kota Solo bahkan mampu mengatasi berbagai masalah perkotaan."Dengan keberhasilan itu, Solo dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dan kota-kota lain di ASEAN," ujar Wapres Boediono menambahkan.
Bahkan Wapres sempat menghadiahi Gubernur Mibao sebuah topeng klasik Jawa gaya Solo "Gunung Sari" dan mengenakan bersama kalung miniatur topeng klasik Jawa gaya Solo.
EKO ARI WIBOWO





