Topik
Sepasang Suami Istri Korban Ledakan Tabung Melon Meninggal
TEMPO Interaktif, Majalengka - Sepasang suami istri yang menjadi korban ledakan tabung gas elpiji 3 kilogram akhirnya meninggal dunia pada Senin (18/10) dan hari ini. Kedua warga Desa Heuleut, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka itu sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit selama satu pekan.
Udin, 60 tahun dan Ilah, 50, pada Rabu (13/10) lalu menjadi korban ledakan tabung gas melon di rumah mereka. Peristiwa itu bermula ketika Udin dan istrinya itu hendak memasak di pagi hari. Saat itu sudah tercium bau gas menyengat. Namun malang, tungku kayu tradisional masih menyala.
Api menyambar tabung yang kemudian meledak dan menyambar Udin dan Ilah. Selain itu 3 anak dan satu cucunya juga ikut terluka.
Mereka sebenarnya sempat mendapatkan perawatan di RSUD Cideres Kabupaten Majalengka. Namun karena daya tahan terus menurun, akhirnya Udin pun tewas pada Senin malam (18/10) sekitar pukul 19.30 WIB. Jenazah Udin sudah dimakamkan di TPU Desa Heuleut sekitar pada Selasa (19/10) sekitar pukul 07.00 WIB.
Selanjutnya istri Udin, Ilah,50, pun akhirnya meninggal menyusul sang suami. Ia meninggal pada Selasa pagi (19/10) sekitar pukul 10.30 WIB.
Mengetahui ibunya pun akhirnya meninggal, anak dan sejumlah keluarga sempat menangis histeris. Mereka bahkan sempat memaki-maki tim medis dari RS Pertamina Klayan Cirebon yang baru datang saat ibunya sudah meninggal.
Tewasnya dua warga Majalengka akibat ledakan tabung elpiji 3 kg membuat Bupati Majalengka, H Sutrisno prihatin. Ia pun langsung datang ke RSUD Cideres dan meminta keseriusan dari PT Pertamina untuk menanggung semua biaya pengobatan korban ledakan gas.
"Saya minta PT Pertamina serius untuk menanggung semua biaya pengobatan ini," katanya. Ia pun berharap ke depan tidak ada lagi korban akibat ledakan tabung elpiji 3 kg.
Sementara itu seorang dokter bedah di RSUD Cideres, dr Lukman Hakim menjelaskan dua korban ledakan tabung elpiji 3 kg meninggal disebabkan daya tahan tubuh mereka menurun drastis. "Telah terjadi penyebaran kuman di aliran darah," katanya. Penyebaran kuman ini pun akhirnya menggangu saraf dan organ vital dalam tubuh keduanya sehingga daya tahan tubuh keduanya menurun drastis.
Sedangkan 4 korban lainnya yang merupakan anak dan cucu Udin dan Ilah saat ini sudah dirujuk dari RSUD Cideres ke RS Pertamina Klayan, Cirebon.
IVANSYAH





