Topik
Bandung Siap Bangun Tol Dalam Kota
TEMPO Interaktif, Bandung - Pemerintah Kota Bandung siap membangun tol dalam kota Bandung yang diperkirakan memakan biaya pembebasan lahan mencapai Rp 1,5 triliun. Pembebasan lahan Bandung Intra Urban Toll Road (BI-UTR) diharapkan segera dimulai setelah adanya MoU antara Pemerintah Jawa Barat dan Kementerian Pekerjaan Umum.
"Diharapkan secepatnya dilakukan, karena kemarin sudah ada MoU-nya antara pemerintah kota dan provinsi," ujar Ayi Vivananda, Wakil Wali Kota Bandung, usai membuka workshop lingkungan, Rabu (20/11).
Pembangunan tol yang akan menyambungkan kawasan Pasteur ke Ujungberung tersebut untuk tahap pertama sepanjang 26 kilometer. Selanjutnya tahap kedua dengan menghubungkan Tol Cileunyi dan akan menghubungkan Dawuhan Sumedang.
"Untuk pembangunannya diharapkan pemerintah kota dilibatkan, salah satunya dengan membentuk badan usaha. Untuk pembebasan tanahnya dibiayai APBD."
Ayi menegaskan pembuatan badan usaha tersebut nantinya bisa melibatkan pemerintah kota, provinsi dan swasta untuk biaya pembangunan jalan tol yang bisa memakan dana triliun rupiah.
"Pembebasan tanah yang dilakukan harus dijadikan sebagai bagian investasi pemerintah dan menjadikan sebagai bagian sharing untuk pengelolaan jalan tol nantinya ketika beroperasi," ujarnya.
Ia mengatakan pembangunan tersebut harus dilakukan segera untuk mengurangi kemacetan karena jalan tol tersebut akan menghubungkan arus dari timur ke arah barat kota Bandung.
Selain pembangunan jalan tol, pemerintah akan mengoptimalkan pembangunan moda transportasi massal. Selain itu, pemerintah juga akan menyatukan dua terminal yang ada, yaitu Terminal Cicaheum dan Leuwihpanjang menjadi satu terminal terpadu di Kawasan Gedebage agar bus tidak masuk dalam kota.
"Untuk realisasinya tergantung anggaran kita, kalau ada pihak ketiga yang mau membangun terminal terpadu ya silakan," ujarnya.
ALWAN RIDHA RAMDANI





