Matahari terbit di kawasan proyek Banjir Kanal Timur di Jalan Kol. Sugiono, Jakarta (9/12). Pembangunan proyek ini masih terhambat oleh pembebasan tanah, tahun depan tanah yang harus dibebaskan bernilai Rp 2,5 triliun. TEMPO/Ayu Ambong
Topik
Kanal Banjir Timur Baru Beroperasi 80 Persen
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepala Satuan Kerja Non-Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksana Pengelolaan Sumber Daya Air Ciliwung Cisadane Parno mengakui hingga saat ini Kanal Banjir Timur belum beroperasi sempurna. "Paling banter baru 80 persen," katanya saat dihubungi Tempo melalui telepon, Jumat (22/10).
Selain pembangunan yang belum selesai, setidaknya ada empat titik yang pelebarannya belum sesuai. Keempat titik tersebut adalah satu titik di Rawa Bebek, satu titik di Malaka Sari dan dua titik di Ujung Menteng. "Idealnya di daerah ini pelebarannya 70 meter, tetapi sampai sekarang baru 20 meter," kata Parno.
Tetapi, Parno menolak anggapan beberapa pihak kalau keberadaan Kanal Banjir Timur justru membuat banjir semakin parah. "Di Kelapa Gading sejak banjir 2007 tidak pernah banjir lagi, paling hanya genangan-genangan. Begitu pula di Duren Sawit yang dekat Rumah Sakit sekarang hanya tergenang itu pun cepat surut," katanya.
Untuk di Duren Sawit, lanjut Parno, penyebab genangan lokal terletak pada saluran drainase yang harus diperlebar lalu disambungkan ke Kanal Banjir Timur. "Saya sih berharapnya segera berjalan proyeknya. Tetapi itu kan wewenang Pemda," katanya.
Sedang untuk Cipinang Melayu, penyebab banjir adalah penolakan warga untuk normalisasi Kali Sunter pada tahun 2009 dan tanahnya yang memang cekung.
Berdasarkan pengamatan Tempo sepanjang Oktober ini, kawasan Cipinang Melayu merupakan daerah yang paling rawan banjir. Di Cililitan, Kramat Jati, Duren Sawit, Bidara Cina dan Kampung Pulo sering terjadi genangan saat hujan besar. Tetapi cepat surut tidak sampai banjir.
Parno menambahkan Kanal Banjir Timur diusahakan selesai pada akhir 2011. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2011 sudah dianggarkan sekitar Rp 500 miliar. "Secara positif kami juga ingin supaya cepat selesai dan Jakarta tidak banjir lagi," katanya.
ARYANI KRISTANTI





