Topik
Ibu dan Anaknya Melompat dari Feri ke Laut
TEMPO Interaktif, Makassar - Seorang ibu dan anaknya melompat dari kapal feri, sekitar 20 mil dari pelabuhan. Kapal itu bernama Misima, berangkat dari Pelabuhan Bajoe Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menuju Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Ibu ini bernama Haryanti, 27 tahun, dan anaknya, Salsa, 3 tahun, asal Desa Tanete, Kecamatan Toreang, Kabupaten Barru. Ibu yang membawa anaknya diduga nekad melompat karena putus asa tidak masuk database tenaga honorer Taman Kakak-kanak.
Basir Putu, mertua korban saat berada di KP3 Pelabuhan Bajoe mengatakan, Haryanti meninggalkan Barru bersama anaknya menuju Kolaka. Keduanya menumpangi Bus Cahaya Ujung. "Tapi tidak diketahui penyebabnya, mobil yang ditumpanginya itu sudah berada di atas feri Misima dan sudah meninggalkan pelabuhan," katanya, malam ini."Menantu saya ini berencana mendaftar di Kolaka karena tiba-tiba saja namanya di daftar tenaga honorer di Barru itu hilang," kata dia.
Dia mengatakan, pihak keluarga sementara menduga Haryanti melompat dari feri karena kecewa. "Dia itu tidak pernah ada masalah termasuk dengan suaminya. Kemarin masih sempat mengantarnya mencari mobil di Makassar," jelas Basir Putu.
Ajun Komisaris Polisi Koswara, Kepala KP3 Pelabuhan Bajoe membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, kejadin itu terjadi saat mobil yang ditumpangi Haryanti dan anaknya berada di atas Feri. "Berdasrkan hasil pemeriksaan dari sejumlah saksi dan identitas korban, dipastikan kedua orang ini adalah Haryanti dan anaknya," katanya.
Dia mengatakan, KP3 sudah melakukan pencarian terhadap korban. "Setelah dilakukan pencarian selama dua jam, tidak berhasil. Sampai sekarang belum ditemukan," ucapnya.
Guna penyelidikan, Ia mengaku barang korban telah diamankan di KP3.
ANDI PAJUNG





