Topik
WikiLeaks Rilis 390 ribu Dokumen Perang Irak
TEMPO Interaktif, Jakarta - Situs Wikileaks akhirnya membeberkan 391.832 dokumen atau catatan perang Irak yang berlangsung sejak Januari 2004 hingga Desember 2009. Dokumen rahasia ini mengungkapkan informasi mengenai kondisi tahanan perang, jumlah korban dari warga sipil, dan keterlibatan Iran dalam mendukung milisi Irak.
Catatan perang yang dipublikasikan kemarin itu juga disampaikan ke sejumlah media massa, seperti The Guardian, The New York Times, Del Spiegel, Al Jazeera, CNN dan BBC.
Dalam dokumen perang selama enam tahun itu, tercatat 109.032 orang yang tewas. Jumlah itu terdiri dari 66.081 warga sipil, 23.984 musuh, 15.196 tentara Irak, 3.771 orang tentara pasukan koalisi.
Mengenai kondisi tahanan selama terjadi perang, dokumen yang masuk kategori Significant Action in the war (SIGACT) ini mengungkapkan terjadinya kekerasan dan pelecehan terhadap tawanan.
Sekretaris bidang Pers, Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Geoff Morrell menyayangkan langkah Wikileaks yang membocorkan rahasia itu ke publik. "Pembocoran ini termasuk tindakan melanggar hukum dan akan menguntungkan musuh kita," katanya.
Dalam sejarah Amerika Serikat, ini adalah pertama kalinya terjadi kebocoran dokumen perang yang masuk klasifikasi ''super rahasia''. Hingga kini belum jelas dari mana situs yang didirikan Julian Assange itu mendapatkan dokumen-dokumen tersebut.
Mashable|Rini K





