Dinding Benteng 3,5 Meter Ambruk, Satu Orang Tewas

TEMPO Interaktif, Bandung - Benteng sepanjang hampir 50 meter milik Kantor Pusat Yayasan Bala Keselamatan di Jalan Tera, Kota Bandung, rubuh saat terjadi hujan deras Sabtu (23/10) siang sekitar pukul 13.30. Seorang pemulung bernama Maryadi, 58 tahun, yang tengah berteduh di bawahnya, tewas dengan kepala pecah akibat tertimpa reruntuhan tembok benteng setinggi 3,5 meter itu.

“Waktu kami sedang berteduh sambil ngopi, tiba-tiba benteng di belakang kami runtuh. Saya bisa lari dan selamat, tapi suami saya tertimpa benteng,” kata Evi, 60 tahun, istri Maryadi, di lokasi kejadian sambil menangis sesenggukan, Sabtu siang.

Menurut sejumlah warga, pasangan yang biasa menginap di emperan rumah di Jalan Natuna ini sehari-hari beristirahat dan mencuci barang hasil memulung di selokan di bawah benteng.

Saksi lainnya, Dedi, 40 tahun, menuturkan, benteng yang diperbaharui dua tahun lalu itu runtuh saat terjadi hujan deras antara pukul 13.00 dan 13.30. Yang rubuh, kata dia, awalnya bagian benteng sebelah timur lalu merembet memanjang sekitar 50 meter ke barat. “Suaranya keras. Gebrug!” kata dia.

Semula Dedi, yang saat peristiwa terjadi tengah berteduh di emperan rumah di seberang benteng, tak mengira ada korban manusia tertimpa reruntuhan. “Tapi tahu-tahu dari arah reruntuhan sebelah barat ada ibu-ibu teriak-teriak minta tolong. Ternyata suaminya tertimpa benteng, kepalanya berdarah,” kata dia .

Kepala Kepolisian Sektor Kota Sumur Bandung Ajun Komisaris Bodhy Widodo menduga benteng yang berdiri di atas selokan itu rubuh akibat bagian fondasinya habis terkikis arus air. “Diduga rubuh akibat bagian dasarnya kena abrasi. Tewasnya korban adalah murni akibat kecelakaan,” kata dia di lokasi kejadian.

Untuk kepentingan penyelidikan, polisi memasang garis polisi di sepanjang benteng yang ambruk. Sementara itu jasad korban yang antara lain mengalami luka retak di bagian kepala dan patah di bagian tengkuk langsung dibawa ke instalasi jenazah Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

ERICK P HARDI