Topik
KM Muria Naik Docking, Penyeberangan Karimunjawa Terganggu
TEMPO Interaktif, Jepara - Kapal Motor Muria, satu-satunya kapal yang melayani jalur Jepara-Karimunjawa, bakal naik docking selama satu bulan, mulai 12 November depan. Ketiadaan penggantinya akan membuat transportasi jalur itu terganggu.
Selama 12 tahun KM Muria sudah melayani rute Jepara-Karimunjawa dan sangat membantu bagi kepentingan kehidupan masyarakat Karimunjawa, baik dalam perdagangan, pariwisata, pendidikan dan sosial. “Kebanyakan para pegawai dan pedagang Karimunjawa adalah warga Jepara,” kata Suhardi, asal Desa Kemujan, Karimunjawa (24/10).
Pimpinan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Jepara, Ishak Abadi, mengatakan sudah waktunya KM Muria naik docking dan akan dilakukan di PT Dock & Perkapalan Koja Bahari (Persero) Semarang.
Selama ini, kata Abadi, KM Muria melakukan pelayaran perintis yang memperoleh subsidi APBN. Karena subsidi APBN masih terlalu kecil, PT ASDP Ferry juga masih memberi subsidi. “Tujuannya misi sosial untuk membantu masyarakat, bukan komersial,” kata Abadi.
Kapal penggantinya, kata Abadi, belum diketahui dan menunggu kebijakan ASDP Indonesia Ferry Pusat. “Apakah KM Kartini dari Semarang yang akan menggantinya, kami belum tahu.”
Jumlah penumpang KM Muria berkisar 250 orang. Tapi hasil penjualan tiket, kata Abadi, belum menutup biaya operasionalnya.
Tahun 2009 KM Muria berlayar 196 kali dengan jadwal reguler Rabu-Sabtu dari Jepara, dan Senin-Kamis dari Karimunjawa. Dari data ASDP, penumpang yang diangkut selama setahun 25.530 orang, 3.090 sepeda motor, 347 mobil dan 2.766 ton berbagai jenis barang. Adapun harga tiket untuk VIP Rp 60.250 dan Ekonomi Rp 30.500, sudah termasuk pas pelabuhan dan asuransi Rp 2 ribu.
BANDELAN AMARUDIN





