TEMPO/Hamluddin
Topik
Tolak Relokasi, Pedagang Pasar Bekasi Mogok Makan
TEMPO Interaktif, Bekasi -Sejumlah pedagang pasar tradisional Family di Kota Harapan Indah menggelar aksi mogok makan di halaman kantor Wali Kota Bekasi, hari ini. Mereka mendesak pemerintah daerah mengambil alih pengelolahan pasar yang berdiri sejak 15 tahun itu, agar 417 pedagang kembali berdagang.
Peserta mogok makan adalah 11 pedagang ditemani tiga aktivis mahasiswa Bekasi yang simpatik terhadap nasib para pedagang. Sejak 15 Oktober lalu, pasar Family seluas lebih-kurang 4.000 meter persegi dipagari seng oleh PT Hasana Damai Putra (HDP), pengelola lahan pasar.
Kasyuti, 43, pedagang sayur, mengatakan relokasi pasar membuat ratusan pedagang kehilangan penghasilan. "Dari pada anak saya kelaparan, mendingan saya yang lapar dengan cara seperti ini (mogok makan)," kata Kasyuti, ditemui di halaman Kantor Wali Kota, hari ini.
Relokasi pasar tidak meminta persetujuan para pedagang. Pengelola pasar langsung menutup semua akses menuju pasar, dan membongkar bangunan pasar di antara Boulevard dengan Kota Harapan Indah, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi itu.
Pengelola pasar PT Hasana Damai Putra, kata Kasyuti, bahkan mengintimasi pedagang yang menolak relokasi. "Mereka menyebar preman ke pasar, meneror pedagang, dan menakut-nakuti pembeli agar tidak belanja ke pasar Family," ujar Kasyuti. Pedagang diminta pindah ke pasar modern di Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, sekitar 5 kilometer dari Pasar Family. Kasyuti menolak karena sepi pembeli, ongkos angkut sayur pun mahal.
Lukman Kholid, aktivis mahasiwa yang ikut mogok makan mengatakan status lahan Pasar Family adalah fasilitas khusus/ fasilitas khusus. Dia meminta, pemerintah Kota Bekasi mengambil alih pengolahan pasar tersebut dan membiarkan pedagang berjualan.
Para pedagang dan mahasiswa mogok di dua tempat, di kantor Wali Kota dan di depan Pasar Family yang telah dipagari seng. Mereka mendirikan tenda, dan memasang spanduk berisi tulisan antara lain, ''Mogok makan pedagang, mahasiswa menolak relokasi dari Pasar Family ke pasar Modern'', dan ''Apakah telah mati hati nurani kalian, PT HDP''.
Wakil Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, sedang menegosiasikan tuntutan pedagang dengan pengelola lahan pasar. Ia berjanji akan mencari cara yang tidak merugikan pedagang.
HAMLUDDIN





