indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Pekerja di Pabrik iPhone di Cina Keracunan

Pekerja di Pabrik iPhone di Cina Keracunan

REUTERS/Aly Song

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kasus keracunan saat memproduksi gadget pesanan Apple kembali terjadi. Masih di lingkungan pabrik milik Wintek. Namun kali ini terjadi di pabrik milik Wintek yang lebih kecil di Cina bagian selatan.

Setidaknya ada lima pekerja yang keracunan di pabrik perakitan laptop Apple dan iPhone itu. Mereka menghirup racun yang berasal dari senyawa kimia bernama n-hexane. Para pekerja itu kini dirawat di rumah sakit di Suzhou dan tak mampu berjalan.

Kabar ini menyeruak melalui berita yang muncul di ABC, sebuah kantor berita Australia. Koresponden luar negeri media itu melaporkan bahwa para korban adalah kaum perempuan yang bekerja di ruangan yang sempit dan buruk ventilasi udaranya. Sudah hampir enam bulan mereka terbaring sakit.

Para pekerja itu mengatakan mereka memakai n-hexane untuk merekatkan dan memoles logo Apple pada produk-produk perusahaan berlogo apel tergigit itu. Mereka berkukuh bahwa mereka tak berbohong dan salah seorang membawa beberapa logo sebagai bukti dan memperlihatkannya kepada ABC.

Kasus serupa pernah terungkap pada Agustus tahun lalu di pabrik Wintek yang lebih besar. Pekerja di pabrik perakitan layar sentuh Apple ini juga terpapar n-hexane yang dipakai untuk membersihkan layar sentuh sebagai pengganti alkohol.

Saat itu sekitar 62 pekerja jatuh sakit dan satu orang dilaporkan tewas. "Saya kembali bekerja tapi gejala sakitnya tak hilang," kata seorang pekerja.

Wintek sendiri telah membiayai seluruh pengobatan karyawannya dan tak lagi memakai n-hexane dalam produksinya. N-hexane adalah senyawa kimia yang umum ditemukan pada bensin. Sifatnya yang beracun dan berpotensi merusak lingkungan membuat Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat telah mengeluarkan regulasi penggunaannya.

DEDDY SINAGA | ABCONLINE | WIKIPEDIA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X