Ini Makna Empat Status Gunung Berapi

Ini Makna Empat Status Gunung Berapi

Gunung Merapi. AP/Slamet Riyadi

TEMPO Interaktif, Jakarta -Status gunung Merapi sejak kemarin telah dinaikkan dari siaga menjadi awas. Status ini ditingkatkan setelah ada pembengkakan puncak Merapi yang naik empat kali. Frekuensi guguran material juga naik dari sekitar 100 kali per hari (sebelum 21 Oktober) menjadi 183-194 kali per hari (24 Oktober). Data yang terekam di alat seismograf Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kegunungapian (BPPK) pada 22 Oktober tercatat terjadi 52 kali gempa vulkanik.


Gunung Merapi tergolong gunung berapi yang aktif. Gunung berapi aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya daripada suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati.

Ada empat status bagi gunung berapi aktif. Inilah empat makna tersebut.


Status AWAS

Makna :
1.Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana.
2.Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap.
3.Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam.

Tindakan :
1.Wilayah yang terancam bahaya direkomendasikan untuk dikosongkan.
2.Koordinasi dilakukan secara harian
3.Piket penuh


Status SIAGA

Makna :
1.Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana.
2.Peningkatan intensif kegiatan seismik.
3.Semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana.
4.Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu.

Tindakan :
1.Sosialisasi di wilayah terancam
2.Penyiapan sarana darurat
3.Koordinasi harian
4.Piket penuh


Status WASPADA

1.Ada aktivitas apa pun bentuknya.
2.Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal.
3.Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya.
4.Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal.

Tindakan :
1.Penyuluhan/sosialisasi.
2.Penilaian bahaya.
3.Pengecekan sarana.
4.Pelaksanaan piket terbatas.


Status NORMAL

Makna :
1.Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma
2.Level aktivitas dasar

Tindakan :
1.Pengamatan rutin.
2.Survei dan penyelidikan.


PGR I BERBAGAI SUMBER

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X