Topik
Infografis
Pengeroyok Polisi Hutan Belum Ditangkap
TEMPO Interaktif, Jambi - Hingga kini aparat Kepolisian Tanjungjabung Timur, Jambi, belum juga berhasil mengungkap para pelaku pengeroyokan enam orang petugas Polisi Hutan (Polhut) Balai Taman Nasional Berbak. Padahal, kejadian tersebut sudah berlangsung empat hari berselang.
Kepala Kepolisian Resor Tanjungjabung Timur, Ajun Komisaris Budi Wasono, mengatakan, pihaknya cukup hati-hati dalam mengusut kasus ini. "Saya akui memang kami ekstra hati-hati dalam menentukan siapa pelaku pengeroyokan dan penganiayaan para petugas Polhut. Kami takut salah tangkap dan salah tahan", kata Budi kepada Tempo, Selasa (26/10).
Namun, menurut Budi, polisi sudah melakukan gelar perkara dan meminta keterangan lima orang warga terkait kejadian ini. "Kita menduga para pelaku berasal dari warga desa sekitar terjadinya perkara. Saya berjanji dalam waktu dekat ini segera terungkap", ujarnya.
Kepala Balai Taman Nasional Berbak Fransiskus Moga, menyatakan, pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya upaya pengungkapan kasus ini kepada aparat kepolisian setempat. "Kami sudah serahkan kepada kepolisian untuk mengungkap kasus ini,", kata Fransiskus.
Sebelumnya, keenam petugas Polhut TNB dikeroyok 50 orang saat melakukan patroli rutin, pada Jumat (22/10) sekitar pukul 001.00 Wib. Diduga, para pengeroyok adalah warga setempat yang melakukan pembalakan hutan..
Akibat peristiwa tersebut, seorang petugas mengalami cedera memar bagian pelipis mata dan bahu, terkena pukulan benda tumpul serta seorang lagi supir pompong bernama Edi, terkena sabetan parang pada jari tangan kanannya.
SYAIPUL BAKHORI





