NU Jatim Setuju Gang Dolly Ditutup  

NU Jatim Setuju Gang Dolly Ditutup  

Sejumlah PSK menutup wajah saat petugas polisi dari Polsek Sawahan Surabaya melakukan razia untuk memeriksa kartu identitas pengunjung di lokalisasi Dolly, Surabaya, (16/3). TEMPO/Fully Syafi

TEMPO Interaktif, Surabaya  - Ketua Umum Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Kiai Mutawakil Alallah mendukung upaya pemerintah segera menutup kawasan lokalisasi gang Dolly Surabaya.


"Terus terang kami ini malu, dari 14 ribu pesantren di Indonesia 60 persen berada di Jawa Timur, tapi lokalisasi terbesar ternyata juga ada di sini," kata Mutawakil ketika dihubungi Tempo, Selasa (26/10).

Mutawakil mengisahkan, hampir setiap pertemuan baik berskala nasional maupun internasional, ulama asal Jawa Timur selalu ditanya soal Dolly. "Selalu saja kami ditanya, gimana pak Kiai pesantren tumbuh subur tapi lokalisasi kok juga tumbuh subur," tambahnya.

Karenanya, NU sebagai ormas keagamaan terbesar sangat mendukung upaya pemerintah untuk menutup lokalisasi Dolly. Meski begitu, PWNU mendesak pemerintah tidak hanya menutup, melainkan harus memberikan pemahaman dan keterampilan khusus bagi para PSK yang ada.

Tak hanya itu, warga sekitar yang selama ini menggantungkan nasib dari praktek prostitusi semisal para pedagang, pengelola kos, serta tukang parkir juga harus diberikan pelatihan sehingga penutupan Dolly tidak membuat mereka kehilangan pekerjaan.

"Kalau Dolly itu ditutup, pemerintah harus merubah kawasan itu jadi sentra bisnis,  misalnya dengan mendirikan pusat-pusat grosir maupun pasar," tambah Mutawakil


Fatkhur Rohman Taufiq
 

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
-Bukan membela dan Tidak punya kepentingan- PSK menjual kehormatan ditempat tidak terhormat, karena nyaris tak ada pilihan. Petinggi menjual kehormatan ditempat terhormat, meski banyak pilihan. Bukankah selama ini Dollywood mengkontribusi keuntungan banyak pihak. Perlu dipertimbangkan jika dibubarkan; (1) Adakah RELAWAN yang mau menyantuni selama para PSK mampu mencari nafkah yang baik dan benar menurut segala ukuran (2) Jika dibubarkan akan tersebar dan tak terkontrol \"resmi\" dengan segala konsekwensi & dampaknya terhadap lingkungan baru. Perampok, Pencuri, Pencopet,PSK adalah profesi. Koruptor pun profesi yang kini kian marak merajelela, dan nyaris tanpa terbasmi. Matematikanya ; Jika seorang PSK mujur, bertransaksi dengan seseorang misal Rp. 1 juta. Bandingkan dengan Koruptor yang sekali beraksi bisa ratusan juta, milyar atau triliun. Mana yang lebih merugikan dengan dampaknya amat luas bagi bangsa dan negara.
0
1
Semoga bisa mengurangi kemurkaan Allah Swt, sehingga Insya Allah bisa mengurangi bencana dan kerusuhan yang datangnya bertubi-tubi selama ini(bagi yang percaya akan adanya kekuasaan Allah Swt, lhoooooooo .........).
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X