foto

Liu Xiaobo (pen.org.au)

15 Peraih Nobel Desak Pembebasan Liu

TEMPO Interaktif, Beijing -Sebanyak 15 peraih Nobel Perdamaian kemarin mendesak pemerintah Cina segera membebaskan Liu Xiaobo, pemenang hadiah serupa tahun ini. Seruan itu disampaikan melalui surat terbuka. 


Para penanda tangan surat tuntutan pembebasan Liu Xiaobo itu termasuk Uskup Agung Afrika Selatan Desmond Tutu sebagai penggagas, Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama, mantan Presiden Amerika Jimmy Carter, bekas Presiden Polandia Lech Walesa, dan pemimpin spiritual Tibet di pengasingan, Dalai Lama. Mereka tergabung dalam organisasi nirlaba Freedom Now. 

Mereka juga menuntut para pemimpin G-20 (kelompok beranggotakan negara-negara maju dan berkembang) melobi Presiden Cina Hu Jintao agar Liu Xiaobo dan istrinya, Liu Xia, segera dilepaskan. Liu Xia sekarang menjalani tahanan rumah. 

Para pemimpin G-20 akan berkumpul dalam konferensi tingkat tinggi di Ibu Kota Seoul, Korea Selatan, bulan depan. "Pembebasan pemerintah Cina terhadap Dr Liu akan menjadi sebuah pengakuan luar biasa atas perubahan Cina yang sedang berlangsung beberapa dekade terakhir," kata 15 peraih Nobel itu dalam surat terbuka tersebut. 

Liu Xiaobo divonis 11 tahun penjara dengan dakwaan melakukan tindakan subversif terhadap pemerintah. Ia ditangkap setelah melansir tulisan berjudul "Piagam 08". Isinya mendesak rezim komunis yang berkuasa di Negeri Panda untuk menghormati hak asasi manusia dan menjunjung demokrasi. 

Meski Obama termasuk dalam daftar, ia tidak ikut meneken surat itu. Menurut Direktur Eksekutif Freedom Now, Maran Turner, alasannya karena presiden kulit hitam pertama Amerika itu termasuk para pemimpin dunia yang didesak mendorong pembebasan Liu Xiaobo. 

Ia yakin seruan pembebasan yang disampaikan melalui para pemimpin G-20 itu dapat berhasil. "(Sebab) mereka memiliki hubungan ekonomi dengan Cina, jadi mereka mampu menerapkan sejumlah tekanan," ujar Turner. 

Namun pemerintah Cina belum menanggapi desakan para peraih Nobel Perdamaian itu. 

 LA Times | New York Times | Faisal Assegaf


Hadiah Nobel Akan Diterima Aktivis

BEIJING -- Istri Liu Xiaobo, pemenang Nobel Perdamaian tahun ini, menyeru agar para pegiat hak asasi mewakili suaminya menerima Hadiah Nobel. Upacara penyerahan penghargaan itu akan dilangsungkan di Ibu Kota Oslo, Norwegia, 10 Desember mendatang. 

Permintaan Liu Xia itu disampaikan melalui surat terbuka yang disiarkan secara online. Ditujukan kepada lebih dari 100 pembangkang Cina, pengacara, dan profesor. "Saya yakin Liu Xiaobo ingin teman-temannya menghadiri upacara bersejarah ini," tulis Liu Xia seperti dikutip kantor berita AFP. 

Liu Xiaobo tidak dapat hadir karena dipenjara dengan hukuman 11 tahun atas dakwaan tindakan subversif. Istrinya, Liu Xia, juga kemungkinan besar tidak bisa pergi karena dikenai tahanan rumah. 

Yang Jianli, pegiat yang tinggal di Amerika Serikat, mengatakan akan segera mengumpulkan rekan-rekan Xiaobo yang hendak mengunjungi Oslo. 

Faisal Assegaf