foto

Sejumlah petugas membawa jenazah korban tewas letusan Gunung Merapi di Dusun Kinahrejo, Cangkringan, Umbulharjo, Sleman, Yogyakarta (27/10). 24 mayat korban tewas ditemukan di dusun tersebut. TEMPO/Muh Syaifullah

Sultan Berduka Cita Atas Meninggalnya Mbah Maridjan  

TEMPO Interaktif, Yogyakarta -  Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan bela sungkawa atas meninggalnya Mbah Maridjan akibat awan panas gunung Merapi. Tapi, Sultan  juga menyesalkan keputusan Mbah Maridjan dan warga lain yang menjadi korban awan panas tak segera meninggalkan lokasi untuk mengungsi.

“Mereka yang nggak mengungsi itu itu punya keyakinan sendiri atau karena kesombongan,  saya nggak tahu,’’ kata Sultan menjawab pertanyaan wartawan di Kepatihan, Rabu, siang (27/10). Menurut Sultan, mestinya sebagai tokoh yang menjadi panutan masyarakat Mbah Maridjan bisa menjadi contoh yang baik.

Agar tak jatuh korban lebih banyak lagi, Sultan meminta agar masyarakat taat pada perhitungan akademik. “Mestinya itu bisa dihindari kalau masyarakat taat pada perhitungan akademik,”  kata Sultan.

BERNADA RURIT