Partisipasi Warga di Pemilihan Bupati Bandung Putaran II Turun

TEMPO Interaktif, Bandung - Partisipasi pemilih dalam pemilihan bupati dan wakil bupati putaran II Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang digelar pada Ahad (31/10) menurun dari pemilihan pada putaran pertama lalu.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung, Osin Permana, mengatakan, penyebab menurunnya partisipasi pemilih pada putaran kedua ini adalah kejenuhan publik dalam menghadapi pemilu, “Tahun kemarin ada Pilpres dan Pileg, lalu bulan Agustus kemarin pilkada putaran pertama. Publik saya kira merasa jenuh menghadapi pemilihan ini,” kata Osin.

Osin membantah menurunnya partisipasi pemilih pada pemilihan bupati Bandung putaran dua ini karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum, “KPU sudah melakukan sosialisasi secara optimal, dari pemasangan iklan di media massa, sampai kita melakukan sosialisasi ke desa-desa, jadi jangan selalu salahkan KPU,” ujar Osin.

Dari data hasil penghitungan sementara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung hingga pukul 22.21 WIB malam tadi, dari jumlah daftar pemilih tetap sebanyak 2,129,802 orang, hanya 1,308,758 orang yang menggunakan hak pilihnya, atau 61,45 persen. Jumlah tersebut menurun 3 persen pada pilkada putaran pertama lalu yang tingkat partisipasinya sebanyak 64,99 persen

“Tapi ini kan data sementara, mungkin saja ada yang belum masuk datanya. Namun memang di daerah manapun, kalau kita melihat secara objektif, partisipasi pemilih putaran dua akan menurun dibanding putaran pertama,” kata Osin.

Sementara itu, Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) menilai menurunnya tingkat partisipasi pemilih pada pilkada putaran II ini diakibatkan keterlambatan pendistribusian surat pemberitahuan atau undangan untuk para pemilih (formulir C-6) oleh KPU.

Dari hasil pantauan KIPP di berbagai Kecamatan dan kelurahan, ditemukan formulir C-6 yang masih menumpuk sehari sebelum hari pemilihan, “Seharusnya surat undangan atau pemberitahuan itu disampaikan paling lambat tiga hari sebelum hari pemilihan,” kata Isman Rasyid Spalanjani, Divisi Monitoring KIPP Kabupaten Bandung, dalam siaran persnya.

Namun, menurut Osin, formulir C-6 tersebut sudah didistribusikan KPU dan sampai di tingkat PPS pada hari Jumat (29/10), “gak bener itu, kita sudah sesuai dengan 
jadwal,” katanya.

Pilkada putaran ke dua Kabupaten Bandung diikuti oleh dua pasangan calon, pasangan calon nomor urut 7, Dadang Naser – Deden Rumaji hingga malam tadi unggul sementara dengan perolehan suara sebanyak 673,463, atau 53,25 persen. Sedangkan pesaingnya, pasangan nomor urut 8, Ridho Budiman – Dadang Rusdiana memperoleh suara sebanyak 591,197 atau 46,75 persen

ANGGA SUKMA WIJAYA