foto

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menerima Perdana Menteri Australia Julia Gillard di Istana Merdeka, Jakarta (2/11). REUTERS/Enny Nuraheni

Indonesia-Australia Sepakat Tingkatkan Hubungan Dagang

TEMPO Interaktif, Jakarta -Perdana Menteri Australia Julia Gillard ingin meningkatkan hubungan dagang dengan Indonesia. "Kita tahu perdagangan Australia dengan Indonesia cukup besar, tetapi lebih kecil dari yang seharusnya bisa kita capai," ujarnya saat berpidato di Hotel Four Seasons, Selasa (2/11).


Karena itulah Julia merasa senang negaranya dan Indonesia bersepakat memulai negosiasi Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif. "Dengan perjanjian kemitraan ekonomi ini, kita bisa mengubah hubungan dagang yang telah ada menjadi lebih bermanfaat bagi kedua belah pihak," katanya.

Keputusan untuk memulai negosiasi adalah kelanjutan dari pernyataan bersama Australia dan Indonesia Maret lalu, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melawat ke negeri kanguru itu. Kedua negara berkomitmen meningkatkan volume investasi dan perdagangan. Kemitraan tersebut diharapkan bakal berkontribusi pada hubungan dagang dan investasi yang lebih erat, berimbang, serta saling menguntungkan.

Pada siang tadi, kesepakatan ini juga ditekankan oleh Yudhoyono di Istana Merdeka. “Kami sepakat untuk memikirkan terbangunnya comprehensive economic partnership antar kedua negara agar capaian perdagangan yang terbaik ini akan meningkat lagi,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam jumpa pers bersama Perdana Menteri Australia Julia Gillard di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/11).

Presiden mengungkapkan perdaganan kedua negara, tahun 2009 mencapai US$ 6,7 miliar. Sedangkan semester pertama sudah mencapai US$ 4,4 miliar atau mengalami kenaikan 22 persen. Sementara investasi Australia di Indonesia sejak tahun 2009 menyentuh angka US$ 4,8miliar. Dalam kesempatan itu, dilakukan kerjasama di bidang pertanian. Dengan kerjasama itu dapat meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian di Indonesia.

BUNGA MANGGIASIH | EKO ARi WIBOWO