Infografis
BTN Berniat Gelar Right Issue
TEMPO Interaktif, Jakarta -PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berencana melakukan penawaran saham terbatas (rights issue). Bank pelat merah ini mentargetkan perolehan dana sebesar Rp 5 triliun untuk memenuhi rasio kecukupan modalnya.
"Kami berniat right issue maksimal 10 persen dari saham," kata Direktur Keuangan BTN Saut Pardede di Jakarta, 2 November 2010. Menurutnya, opsi penawaran saham terbatas ini belum akan digelar dalam waktu dekat.
Right issue, Saut mengatakan, akan dilakukan jika rasio kecukupan modal menurun hingga 12 persen dalam jangka waktu dua tahun mendatang. "Jika CAR tidak turun, right issue kemungkinan dilakukan tiga tahun mendatang," kata Saut.
Penerbitan right issue bank pelat merah ini akan segera dimintakan restu Dewan Perwakilan Rakyat.
Saat ini, sebanyak 27,08 persen saham BTN dimilik publik setelah diprivatisasi pada 17 Desember 2009. Pemerintah masih menjadi pengendali dengan kepemilikan saham 72,92 persen.
Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah menjelaskan bahwa penawaran saham terbatas akan dilakukan untuk mengantisipasi kecukupan modal saat pertumbuhan kredit naik. Pertumbuhan kredit dikhawatirkan dapat menggerus kecukupan modal BTN yang saat ini mencapai 17 persen.
Pertumbuhan kredit BTN ditargetkan naik 25-30 persen setiap tahunnya. Adapun rasio kecukupan modal dijaga tetap pada tingkat aman. "Meskipun BI hanya mensyaratkan 8 persen, tapi kami menjaga agar CAR minimal 12 persen," kata Evi. Hal ini dilakukan agar bank tetap bisa bertumbuh.
Pada September 2010 kredit BTN telah mengalami pertumbuhan hingga 29 persen setahun. September 2009 kredit mencapai Rp 38,12 triliun dan meningkat menjadi Rp 49,18 triliun setahun kemudian. Tingkat kredit bermasalahnya sebesar Rp 3,48 persen.
Laba bersih tumbuh 84,26 persen menjadi Rp 597 miliar dibanding Rp 324 miliar pada September 2009. Asetnya kini mencapai Rp 63,49 triliun, tumbuh 23,3 persen dari aset setahun sebelumnya, Rp 51,49 triliun.
FAMEGA SYAVIRA





