foto

Seorang penduduk memperhatikan mobil yang hancur akibat banjir badang di Wasior, Papua (9/10) REUTERS/Beawiharta

Pemerintah Rancang Relokasi di Wasior dan Mentawai

TEMPO Interaktif, Jakarta -Kementerian Pekerjaan Umum masih mempertimbangkan kemungkinan merelokasi warga di Wasior dan Mentawai. Menurut Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, relokasi di kedua daerah yang terkena bencana tersebut masih dalam rancangan. "Relokasi masih dirancang," ujar Hermanto ketika Dihubungi Tempo, Rabu (3/11).

Untuk kedua tempat tersebut, kata Hermanto, pihaknya akan mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat meminimalisasi resiko terjadinya bencana. "Ini lebih ke arah mitigasi, untuk itu perlu dipertimbangkan perpindahan lokasi tersebut," ujar dia.

Dia mengatakan, saat ini Kementerian masih melakukan survei di wasior dan Mentawai dengan mempertimbangkan dari berbagai faktor seperti, ketinggian yang relatif aman untuk ditempati, morfologi, serta kemiringan tanahnya.

Dia menambahkan,  pihaknya masih melakukan tanggap darurat di wasior dan Mentawai. Infrastruktur yang rusak di sana seperti jalan dan jembatan terlebih dulu difungsionalkan kembali dengan mengirimkan alat berat untuk mengangkat puing-puing yang ada di jalan. 

Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU, Waskito Pandu, kemungkinan relokasi di daerah Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, dilakukan ke arah barat dari lokasi terjadinya bencana. "Sekitar 20 kilometer dari Wasior yang terkena bencana," ujar dia. Mengenai relokasi di Mentawai, kata Pandu, akan dipertimbangkan adalah daerah yang lebih aman seperti ke perbukitan.

Menurutnya, akibat banjir bandang di Wasio, Kementerian PU  mendata 1.373 rumah masyarakat  dan  11 kantor hancur  serta 4 fasilitas air bersih rusak. Sepanjang  200 meter jalan rusak berat, 10 kilometer  rusak sedang, dan  9.000 meter alur sungai juga  rusak.

SUTJI DECILYA