Petugas melakukan pemisahan sampel darah di ruang labolatorium Kantor PMI Pusat, Jakarta, (21/12). TEMPO/Subekti
Topik
PMI Membutuhkan Dana Rp 1 Triliun Untuk Membeli 4,5 Juta Kantong Darah
TEMPO Interaktif, Jakarta - Tiap tahun, Palang Merah Indonesia membutuhkan anggaran sebesar Rp 1 triliun untuk memenuhi kebutuhan darah sebesar 2,5 persen dari total jumlah penduduk atau sekitar 4,5 juta kantong. Kebutuhan ini dengan rincian tiap kantong darah setidaknya diperlukan anggaran sebesar Rp 150 ribu.
"Delapan puluh persen anggaran tergantikan dari masyarakat, masyarakat tiap butuh darah kan menggantinya, tapi PMI memberikan subsidi sekitar 20 persen," kata Ketua Umum PMI Jusuf Kalla disela-sela melantik pengurus baru PMI Jawa Timur di gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (3/11).
PMI sendiri, kata Kalla, pertahun baru mampu mengumpulkan tiga juta kantong darah, sehingga untuk titik aman kebutuhan, diperlukan tambahan sebesar 1,5 juta lagi kantong darah.
Menurut Kalla, kebutuhan kantong darah sebesar 2,5 persen dari jumlah penduduk merupakan kebutuhan minimal mengingat di beberapa negara maju misalnya di Amerika kebutuhan kantong darah sudah terpenuhi hingga 5 persen dari total penduduk.
Harga perkantong darah di Indonesia juga masih sangat rendah karena untuk rumah sakit swasta perkantong darah PMI hanya membebani biaya penggantian sebesar Rp 250 ribu sedangkan untuk masyarakat miskin hanya dikenai p 125 ribu perkantong darah. "Di Amerika, harga perkantong darah mencapai Rp 5 juta," ujar mantan wakil presiden ini..
Di Surabaya, Jusuf Kalla melantik mantan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo sebagai ketua PMI Jawa Timur periode 2010-2015. Pengangkatan Imam Utomo sesuai dengan SK PMI bernomor 169/KAB/PPMI/X/2010.
Usai dilantik, Imam Utomo mengatakan, stok kantong darah di Jawa Timur hingga saat ini juga belum mampu penuhi 2,5 persen dari jumlah penduduk. "Saat ini baru terpenuhi 600 ribu kantong, padahal pertahun idealnya 750 ribu kantong," kata Imam.
Sebagai mantan gubernur, Imam mengatakan, problem mendasar dari PMI adalah kurang sadarnya kepala daerah dalam membantu proses perjuangan PMI. "Saya akan datangi itu para bupati/wali kota, saya tahu ada bupati yang hanya menganggarkan untuk PMI sebesar Rp 15 juta pertahun, inikan sangat kecil," tambahnya.
Gubernur Jawa Timur Soekarwo berjanji akan membantu PMI dalam memenuhi target kebutuhan kantong darah. "Saya akan bantu, tidak hanya 2,5 persen, dari hitungan saya tahun depan sudah harus mencapai 2,47 persen atau bisa memenuhi jumlah 935 ribu kantong darah," kata Soekarwo.
Menurut Soekarwo, dari 38 PMI cabang di seluruh kota/kabupaten se-Jawa Timur, baru Surabaya yang mampu penuhi target lebih dari 2,5 persen jumlah penduduk. PMI Surabaya saat ini mampu memenuhi jumlah kantong darah mencapai 16 persen dari total penduduk Surabaya.
Fatkhur Rohman Taufiq





